KABARNUSANTARA.ID - Pasca popularitas olahraga padel, kini muncul tren kebugaran baru yang berpotensi besar menggemparkan Indonesia, yaitu Hyrox. Fenomena ini menarik perhatian publik, terutama setelah tokoh nasional seperti Irfan Bachdim mencetak rekor di ajang HYROX Hongkong 2024.
Popularitas Hyrox semakin meningkat seiring dengan prestasi yang ditorehkan oleh atlet internasional, seperti Choi Minho dari Korea Selatan yang berhasil menjuarai HYROX Taipei 2026. Hal ini mendorong sorotan terhadap format kompetisi kebugaran yang unik ini.
Dini Dwi Kusumaningrum, Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), membahas potensi ekonomi dari olahraga ini dalam tulisannya yang dimuat The Conversation pada 16 Maret 2026. Ia menyebutkan bahwa Hyrox berada dalam era baru yang disebut fitness-entertainment.
Dampak Gejolak Timur Tengah Terhadap Stabilitas Ekonomi dan Pasar Keuangan Domestik Indonesia
Olahraga ini bukanlah konsep yang sepenuhnya baru, melainkan evolusi dari disiplin yang sudah ada sebelumnya. "Jika padel berkembang dari tenis, hyrox memadukan lari dengan berbagai latihan kekuatan dan fungsional yang selama ini dikenal dalam dunia kebugaran dan gimnastik," kata Dini Dwi Kusumaningrum, dilansir dari The Conversation, Sabtu (21/3/2026).
Antusiasme masyarakat terhadap Hyrox terus tumbuh, ditandai dengan rencana penyelenggaraan berbagai perhelatan yang tarif partisipasinya dikabarkan setara atau bahkan lebih tinggi dari maraton. Perbandingan ini memberikan gambaran mengenai nilai investasi dalam kompetisi kebugaran modern ini.
Hyrox diciptakan pada tahun 2017 oleh Moritz Fürste, seorang peraih medali olimpiade, dan Christian Toetzke, dengan tujuan agar dapat diikuti oleh semua kalangan tanpa memerlukan kualifikasi ketat, batasan waktu, atau usia. Formatnya dirancang seragam secara global untuk menciptakan kesetaraan kompetisi.
Setiap peserta wajib menyelesaikan delapan putaran lari sejauh 1 kilometer, yang diselingi oleh delapan stasiun latihan fungsional intensif seperti SkiErg, burpee, dan rowing. Format yang sama ini mendorong rasa kebersamaan di antara para peserta.
"Karena seluruh peserta, baik amatir maupun profesional menghadapi format pertandingan yang sama, para hyrox racer merasa terhubung melalui kesamaan minat pada kebugaran dan kepuasan menantang diri sendiri dalam payung komunitas global," lanjut Dini Dwi Kusumaningrum.
Kompetisi ini mulai menarik perhatian segmen tertentu, khususnya di kalangan profesional korporat, ekspatriat, dan komunitas elite gym. Olahraga ini dianggap cocok dengan gaya hidup urban yang menuntut kedisiplinan dan performa tinggi.