KABARNUSANTARA.ID - Lantai bursa Jakarta mengawali pekan ini dengan dinamika yang cukup menarik perhatian para pelaku pasar modal. Pada perdagangan sesi I yang berlangsung Selasa (17/03/2026), pergerakan indeks menunjukkan tren positif yang signifikan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatatkan penguatan lebih dari satu persen hingga menyentuh level 7.082. Pencapaian ini mencerminkan adanya kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi domestik di tengah situasi dunia yang fluktuatif.

Kondisi hijau di pasar saham juga diikuti oleh pergerakan mata uang Garuda yang perlahan mulai bangkit. Rupiah terpantau mengalami penguatan tipis dan berada di posisi Rp 16.975 per Dolar Amerika Serikat (AS).

Dilansir dari CNBC Indonesia, penguatan instrumen keuangan dalam negeri ini terjadi bersamaan dengan munculnya laporan situasi internasional yang cukup sensitif. Fokus utama tertuju pada respons para sekutu Amerika Serikat terhadap kebijakan luar negeri negara tersebut.

Beberapa negara sekutu dikabarkan secara tegas menolak seruan yang dilontarkan oleh Donald Trump dalam perkembangan politik terbaru. Situasi ini menciptakan lanskap geopolitik baru yang turut memengaruhi sentimen para pemodal di tingkat global.

"Kami sedang menelaah lebih dalam mengenai faktor-faktor apa saja yang mendorong penguatan indeks pada perdagangan hari ini," ujar Shinta Zahara.

Dalam sebuah diskusi mendalam, perkembangan sektor industri juga menjadi sorotan utama guna melihat ketahanan ekonomi jangka panjang. Transformasi digital di sektor manufaktur dianggap menjadi kunci dalam menghadapi ketidakpastian rantai pasok global.

"Sangat penting bagi para pelaku industri untuk terus memantau dinamika pada sektor pulp, kertas, dan serat yang kini tengah mengalami perubahan besar," kata Wilson Monteiro Jr.

Dialog yang berlangsung dalam program Profit tersebut memberikan gambaran luas mengenai bagaimana sektor industri dan pasar modal saling berkaitan. Para ahli sepakat bahwa stabilitas politik internasional tetap menjadi variabel penting yang harus terus diwaspadai.