Jakarta – Kabar baik menghampiri para korban bencana banjir di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Danantara, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang properti dan infrastruktur, mengumumkan rencana pembangunan hunian tetap (huntap) sebagai solusi jangka panjang untuk tempat tinggal yang layak dan aman bagi masyarakat terdampak bencana. Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan harapan baru dan mempercepat proses pemulihan pasca-bencana di ketiga provinsi tersebut.
Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menjelaskan bahwa pembangunan huntap akan dilakukan secara bertahap, dengan Sumatera Barat menjadi lokasi prioritas untuk pembangunan tahap awal. Selanjutnya, pembangunan akan dilanjutkan di Aceh dan Sumatera Utara. Dalam menjalankan proyek ini, Danantara akan berkoordinasi erat dengan Kementerian Perumahan dan Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai dengan standar dan kebutuhan masyarakat setempat.
Meskipun Dony tidak menyebutkan secara rinci jumlah huntap yang akan dibangun, komitmen Danantara untuk menyediakan tempat tinggal yang layak bagi para korban banjir patut diapresiasi. Pembangunan huntap ini merupakan langkah penting dalam memulihkan kehidupan masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana.
"Jadi huntap kita sudah akan mulai berkoordinasi tentunya dengan kementerian perumahan. Kita akan mulai huntap di tiga provinsi ini, Pak. Besok kami akan groundbreaking, rencananya di Sumatera Barat untuk huntap yang pertama. Kemudian dilanjutkan di Aceh dan di Sumatera Utara," ujar Dony dalam Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Bencana DPR dengan Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Pemerintah, yang diselenggarakan pada hari Rabu, 18 Februari 2026. Pernyataan ini menegaskan keseriusan Danantara dalam merealisasikan pembangunan huntap secepat mungkin.
Salah satu sumber pendanaan untuk pembangunan huntap berasal dari pengalihan anggaran hunian sementara (huntara) yang tidak sepenuhnya terserap. Dony menjelaskan bahwa dari alokasi anggaran untuk 15.000 unit huntara, ternyata tidak semua daerah membutuhkan huntara sebanyak itu. Oleh karena itu, Danantara mengambil inisiatif untuk mengkonversi sebagian anggaran tersebut menjadi huntap, yang dianggap sebagai solusi yang lebih berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
"Karena memang ternyata dari alokasi kami 15.000 yang kami budgetkan, ternyata tidak semua dibutuhkan oleh daerah-daerah. Sehingga kan kami konversi juga dalam bentuk lain yaitu huntap," jelas Dony. Langkah ini menunjukkan fleksibilitas dan responsivitas Danantara dalam menyesuaikan program bantuan dengan kebutuhan riil di lapangan.
Sebelumnya, Danantara telah menyelesaikan pembangunan huntara sebanyak 1.368 unit, yang telah diserahkan kepada pemerintah daerah masing-masing. Huntara tersebut tersebar di Aceh (1.075 unit), Sumatera Utara (200 unit), dan Sumatera Barat (123 unit). Rinciannya adalah 600 unit di Kabupaten Aceh Tamiang, 97 unit di Kabupaten Aceh Timur, 162 unit di Kabupaten Pidie Jaya, 216 unit di Kabupaten Aceh Utara, 200 unit di Kabupaten Tapanuli Selatan, 40 unit di Padang Pariaman, 20 unit di Kabupaten Solok Selatan, dan 55 unit di Kabupaten Agam.
Keberadaan huntara ini telah memberikan bantuan sementara bagi para korban banjir, namun huntap menjadi solusi yang lebih permanen dan memberikan rasa aman serta stabilitas bagi masyarakat yang telah kehilangan tempat tinggal mereka.
Selain itu, Danantara juga sedang mengusulkan tambahan pembangunan huntara di empat lokasi di Aceh Utara. "Kemudian kami masih mengusulkan tambahan, rinciannya di Aceh Utara pada empat lokasi, Pak. Ada di, sedang dikerjakan oleh Danantara," terang Dony. Hal ini menunjukkan komitmen Danantara untuk terus memberikan bantuan dan dukungan kepada masyarakat yang membutuhkan.