Jakarta – Keputusan penyelenggara MotoGP untuk memindahkan gelaran Grand Prix Australia dari Sirkuit Phillip Island ke Sirkuit Adelaide mulai tahun 2027 menuai kontroversi. Legenda MotoGP asal Australia, Casey Stoner, menyuarakan kekecewaan dan kemarahannya atas perubahan venue bersejarah ini.
Phillip Island Disingkirkan, Adelaide Jadi Tuan Rumah Baru
Melalui akun Instagram resminya, @official_cs27, Stoner mengungkapkan keberatannya pada Jumat (20/2/2026). Ia menilai Sirkuit Phillip Island merupakan salah satu lintasan terbaik di dunia yang telah menyajikan banyak balapan ikonik dan menghibur. Keputusan untuk mencoretnya dari kalender MotoGP dianggap sebagai langkah yang keliru, terutama karena penggantinya adalah sirkuit jalan raya.
"Ini salah satu sirkuit motor terbaik di seluruh dunia yang telah menghasilkan beberapa balapan hebat dan paling menghibur yang pernah kita saksikan dan terus berlanjut tahun demi tahun, akan disingkirkan demi balapan di Adelaide, dan konon di sirkuit jalanan," ujar Stoner, mantan juara dunia MotoGP dari tim Ducati. Ia mempertanyakan alasan di balik keputusan ini, "Mengapa MotoGP menghapus sirkuit terbaik mereka dari kalender? Saya hanya bisa menyerahkan keputusan ini kepada semua orang."
Dampak Ekonomi dan Konsep Sirkuit Jalan Raya Adelaide
Kepindahan ini didasarkan pada kesepakatan yang berlaku selama enam tahun, dari 2027 hingga 2032. Pihak penyelenggara berharap perpindahan venue ke Adelaide dapat memberikan dorongan ekonomi yang signifikan bagi wilayah Australia Selatan.
Yang menarik, Sirkuit Adelaide akan mengadopsi konsep sirkuit jalan raya. Desain lintasan ini merujuk pada Sirkuit Jalan Raya Adelaide yang pernah menjadi tuan rumah Formula 1 antara tahun 1985 hingga 1995. Namun, dilakukan penyesuaian signifikan untuk memastikan standar keselamatan yang tinggi bagi para pebalap MotoGP.
Grand Prix Australia perdana di Adelaide dijadwalkan berlangsung selama tiga hari pada bulan November 2027. Sirkuit yang rencananya memiliki panjang sekitar 4,195 kilometer ini akan menampilkan 18 tikungan yang berkelok-kelok di jalan-jalan kota, memungkinkan pebalap untuk mencapai kecepatan puncak lebih dari 340 km/jam.