Jakarta – Perum Bulog meluncurkan inisiatif strategis dengan membuka kios di 146 lokasi Pasar Jaya. Langkah ini bertujuan utama untuk memastikan ketersediaan stok dan stabilitas harga komoditas pangan pokok seperti beras, gula, dan Minyakita di seluruh Jakarta.
Kios Bulog sebagai Distributor Resmi
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa kios-kios baru ini akan berfungsi sebagai distributor resmi. Dengan demikian, para pengecer di pasar tradisional dapat memperoleh pasokan langsung dari Bulog, yang memungkinkan mereka untuk menjual produk dengan mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) atau Harga Acuan Penjualan (HAP) yang ditetapkan pemerintah.
"Mempermudah cara pembelian, mempercepat cara pembelian, termasuk juga meringankan para pengecer untuk tidak mengeluarkan biaya ongkos angkut. Ini harapannya," ujar Rizal di Kantor Perum Bulog, Jakarta Selatan, Sabtu (21/2/2026).
Program ini direncanakan sebagai proyek percontohan di lingkungan Pasar Jaya, mencakup 146 pasar. Setiap pasar akan dilengkapi dengan kios Bulog yang siap menampung dan mendistribusikan stok pangan.
Transparansi Harga Lewat Papan Pengumuman
Salah satu terobosan yang akan diterapkan adalah pemasangan papan pengumuman khusus di setiap kios Bulog di Pasar Jaya. Papan ini akan menampilkan daftar harga terkini untuk berbagai komoditas pangan.
"Papan pengumuman pertama-tama mungkin pakai banner dulu. Di situ sudah ada daftar list nama harga-harganya. Harga beras, medium berapa, harga beras premium berapa, harga minyakita berapa, gula berapa, tepung berapa, sehingga dengan harga-harga tersebut sudah terpampang, tidak ada lagi alasan mereka menaikkan harga tidak sesuai dengan HET maupun HAP," terang Rizal.
Inisiatif transparansi harga ini diharapkan dapat mencegah praktik spekulasi dan penimbunan yang seringkali menjadi penyebab kenaikan harga pangan yang tidak wajar.