Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), sebagai salah satu pilar utama perekonomian Indonesia, semakin menegaskan komitmennya dalam mendorong pembiayaan berkelanjutan. Strategi ini diimplementasikan melalui dua fokus utama: pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta investasi pada sektor-sektor yang berorientasi pada pelestarian lingkungan. Langkah ini bukan hanya sekadar memenuhi regulasi, tetapi juga menjadi bagian integral dari visi jangka panjang BRI untuk menciptakan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.
Aquarius Rudianto, Direktur Network & Retail Funding BRI, menekankan bahwa prinsip-prinsip keberlanjutan telah terinternalisasi dalam strategi bisnis BRI. “Keberlanjutan bukan lagi sekadar opsi, melainkan fondasi utama bagi BRI untuk membangun model bisnis yang tangguh dan relevan di masa depan. Kami menyadari bahwa pertumbuhan ekonomi harus sejalan dengan upaya transisi menuju ekonomi rendah karbon dan peningkatan inklusi keuangan,” ujarnya. Lebih lanjut, Aquarius menjelaskan bahwa BRI tidak hanya berfokus pada pemenuhan regulasi terkait keberlanjutan, tetapi juga menjadikan prinsip-prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) sebagai bagian tak terpisahkan dari strategi pertumbuhan perusahaan. Integrasi ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan bisnis, memperluas akses pembiayaan yang bertanggung jawab, dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat dan lingkungan.
Komitmen BRI terhadap keberlanjutan tercermin jelas dalam portofolio bisnisnya. Hingga akhir Desember 2025, portofolio sustainable loans BRI mencapai angka fantastis, yaitu Rp 811,9 triliun. Angka ini setara dengan 60,5% dari total portofolio pinjaman BRI secara keseluruhan. Pencapaian ini menunjukkan betapa seriusnya BRI dalam mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan ke dalam operasional bisnisnya.
Dari total Rp 811,9 triliun tersebut, sebagian besar dialokasikan untuk social loans, yaitu sebesar Rp 718,7 triliun. Dana ini disalurkan untuk membiayai sektor mikro, UMKM, dan perumahan bersubsidi. Fokus pada sektor-sektor ini mencerminkan komitmen BRI untuk memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat yang kurang terlayani, mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Pembiayaan UMKM, khususnya, menjadi prioritas karena sektor ini merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia, menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, dan memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah.
Selain social loans, BRI juga mengalokasikan dana yang signifikan untuk green loans, yaitu sebesar Rp 93,2 triliun. Dana ini digunakan untuk membiayai berbagai proyek yang berwawasan lingkungan, termasuk energi terbarukan (seperti pembangkit listrik tenaga surya dan tenaga angin), efisiensi energi (seperti penggunaan teknologi hemat energi di industri dan perkantoran), pencegahan dan pengendalian polusi (seperti pengolahan limbah dan pengurangan emisi gas rumah kaca), pengelolaan lahan berkelanjutan (seperti pertanian organik dan rehabilitasi hutan), transportasi hijau (seperti pengembangan kendaraan listrik dan transportasi publik yang ramah lingkungan), eco-efficient product (seperti produk-produk yang menggunakan bahan baku daur ulang dan proses produksi yang ramah lingkungan), green building (bangunan yang dirancang dan dibangun dengan prinsip-prinsip keberlanjutan), serta proyek-proyek lain yang mendukung agenda transisi menuju ekonomi hijau dan inklusif. Investasi pada sektor-sektor ini merupakan langkah strategis untuk mendukung upaya mitigasi perubahan iklim dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi generasi mendatang.
Dari sisi pendanaan, BRI juga aktif mengembangkan Sustainable Wholesale Funding. Hingga akhir Desember 2025, tercatat dana sebesar Rp 45,6 triliun yang berhasil dihimpun melalui mekanisme ini. Sustainable Wholesale Funding memungkinkan BRI untuk mendapatkan sumber pendanaan yang berkelanjutan dan mendukung komitmennya dalam membiayai proyek-proyek yang berdampak positif bagi lingkungan dan sosial.
Upaya BRI dalam mendorong agenda keberlanjutan sejalan dengan Asta Cita pemerintah, yang menekankan pentingnya penguatan penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan, alam, dan budaya. BRI menyadari bahwa pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan hanya dapat dicapai jika didukung oleh praktik bisnis yang bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan.
Pengakuan terhadap komitmen BRI dalam keberlanjutan juga datang dari lembaga pemeringkat ESG internasional. BRI memperoleh skor 74/100 pada Corporate Sustainability Assessment (CSA) 2025 yang dilakukan oleh S&P Global. Skor ini menempatkan BRI di antara perusahaan-perusahaan teratas di dunia dalam hal kinerja keberlanjutan. Selain itu, BRI juga tercatat sebagai Sustainability Yearbook Member selama empat tahun berturut-turut pada periode 2023-2026. Keanggotaan ini merupakan bukti komitmen berkelanjutan BRI terhadap praktik bisnis yang bertanggung jawab secara lingkungan dan sosial. Sustainalytics, lembaga pemeringkat ESG lainnya, menempatkan BRI pada kategori Low ESG Risk, yang menunjukkan bahwa BRI memiliki risiko ESG yang rendah dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan lain di sektor yang sama. MSCI, penyedia indeks dan analisis investasi terkemuka, memberikan peringkat A kepada BRI dalam hal kinerja ESG. Peringkat ini menunjukkan bahwa BRI memiliki kinerja ESG yang kuat dan berada di atas rata-rata perusahaan-perusahaan lain dalam hal pengelolaan risiko dan peluang ESG.
Ke depan, BRI berkomitmen untuk terus meningkatkan upaya keberlanjutannya dan memperluas dampak positifnya bagi masyarakat dan lingkungan. BRI akan terus berinovasi dalam mengembangkan produk dan layanan keuangan yang berkelanjutan, serta memperkuat kemitraan dengan berbagai pihak untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). BRI menyadari bahwa keberlanjutan bukan hanya tanggung jawab perusahaan, tetapi juga tanggung jawab seluruh pemangku kepentingan. Oleh karena itu, BRI mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama berkontribusi dalam menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan bagi Indonesia dan dunia.