Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), sebagai salah satu bank BUMN terbesar di Indonesia, menunjukkan komitmennya untuk senantiasa melayani masyarakat dengan mengumumkan layanan operasional terbatas selama libur Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Langkah ini diambil sebagai respons proaktif terhadap kebutuhan transaksi perbankan yang tetap krusial bagi masyarakat, bahkan di tengah suasana libur nasional yang umumnya diiringi dengan penyesuaian operasional berbagai sektor.
Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menjelaskan bahwa inisiatif layanan operasional terbatas ini merupakan bagian integral dari strategi BNI untuk selalu hadir dan relevan bagi nasabah, terutama pada momen-momen penting seperti libur Lebaran. BNI menyadari bahwa kebutuhan transaksi keuangan tidak sepenuhnya berhenti saat libur, dan oleh karena itu, bank berupaya untuk memfasilitasi kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat dengan tetap menyediakan akses layanan perbankan yang esensial.
"Layanan operasional terbatas ini kami rancang sedemikian rupa agar masyarakat tetap dapat melakukan transaksi perbankan penting selama periode libur Idul Fitri," tegas Okki dalam keterangan tertulisnya. Pernyataan ini menggarisbawahi fokus BNI pada kemudahan dan keberlanjutan layanan bagi nasabah, sebuah nilai yang menjadi landasan operasional bank.
Secara konkret, BNI telah menyiapkan sejumlah outlet yang akan beroperasi secara terbatas pada tanggal-tanggal tertentu selama periode libur Lebaran. Pada tanggal 20 Maret 2026, sebanyak 23 outlet akan memberikan layanan, diikuti oleh 32 outlet pada tanggal 23 Maret 2026. Jam layanan operasional terbatas ini akan berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 12.00 waktu setempat. Pemilihan outlet-outlet ini didasarkan pada pertimbangan strategis untuk menjangkau wilayah-wilayah dengan kebutuhan transaksi yang tinggi.
Melalui layanan operasional terbatas ini, masyarakat dapat melakukan berbagai transaksi penting, termasuk setoran Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamina, setoran Bulog, penerimaan negara, serta layanan setoran, penarikan, dan pemindahbukuan antar rekening BNI. Untuk transaksi setoran, penarikan, dan pemindahbukuan antar rekening BNI, ditetapkan batas maksimal sebesar Rp 25 juta per rekening per hari. Batasan ini diberlakukan untuk menjaga keamanan dan kelancaran operasional, serta untuk mengantisipasi potensi lonjakan transaksi selama periode libur.
Selain layanan di kantor cabang, BNI juga memberikan perhatian khusus pada dukungan operasional bagi kebutuhan transaksi yang lebih fleksibel dan menjangkau wilayah yang lebih luas. Salah satu wujudnya adalah penyediaan layanan O-Branch, atau Mobil Gerak BNI, yang akan ditempatkan di sejumlah titik strategis. Layanan O-Branch ini dirancang untuk menjangkau masyarakat, terutama di wilayah yang belum memiliki fasilitas ATM maupun CRM BNI. Dengan demikian, BNI berupaya untuk menghadirkan layanan perbankan yang inklusif dan merata, tanpa memandang keterbatasan infrastruktur di suatu wilayah.
Okki Rushartomo kembali menegaskan bahwa penyediaan layanan operasional terbatas ini merupakan wujud nyata dari komitmen BNI untuk melayani nasabah dengan sepenuh hati, bahkan di tengah periode libur panjang. BNI memahami bahwa kepercayaan nasabah adalah aset yang sangat berharga, dan oleh karena itu, bank berupaya untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan memberikan solusi yang relevan dengan kebutuhan nasabah.
"BNI terus berupaya memastikan masyarakat tetap mendapatkan layanan perbankan yang aman dan nyaman. Hal ini sejalan dengan komitmen kami untuk selalu hadir dan melayani sepenuh hati bagi nasabah di berbagai situasi, termasuk pada masa libur Lebaran," jelas Okki. Pernyataan ini mencerminkan filosofi pelayanan yang berorientasi pada nasabah dan menjadi bagian dari budaya perusahaan BNI.
Di samping layanan konvensional, BNI juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan kanal digital perbankan yang tersedia selama 24 jam, seperti aplikasi wondr by BNI, BNIdirect, ATM, serta berbagai layanan perbankan elektronik lainnya. BNI menyadari bahwa teknologi digital telah mengubah cara masyarakat berinteraksi dengan layanan perbankan, dan oleh karena itu, bank terus berinvestasi dalam pengembangan platform digital yang user-friendly, aman, dan efisien.