KABARNUSANTARA.ID - Pengguna perangkat berbasis sistem operasi Android diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul penemuan celah keamanan signifikan yang ditemukan pada perangkat yang ditenagai oleh chipset MediaTek. Temuan ini membuka potensi risiko serius terhadap keamanan data pribadi pengguna.

Celah kerentanan ini, yang ditemukan oleh tim peneliti keamanan siber dari Donjon, divisi riset dari perusahaan perangkat keras keamanan kripto Ledger, dikategorikan memiliki tingkat bahaya yang tinggi. Jika dieksploitasi, celah ini memungkinkan pihak tidak bertanggung jawab untuk membobol perangkat dalam hitungan waktu yang singkat.

Dampak dari eksploitasi kerentanan ini sangat luas, terutama menyangkut data sensitif yang tersimpan di ponsel pintar pengguna. Potensi akses tersebut mencakup pesan teks pribadi hingga informasi krusial seperti seed phrases yang digunakan pada dompet mata uang kripto.

Temuan penting ini menunjukkan bahwa kerentanan tersebut kemungkinan besar sudah ada dalam ekosistem teknologi ini untuk waktu yang cukup lama sebelum terungkap ke publik. Hal ini menimbulkan kekhawatiran mengenai durasi paparan keamanan yang dialami oleh jutaan pengguna.

Tim peneliti dari Donjon, yang merupakan unit riset di bawah naungan Ledger, menjadi pihak pertama yang mempublikasikan detail mengenai kerentanan yang tersembunyi di dalam hardware tersebut. Informasi ini kemudian disebarluaskan melalui berbagai kanal keamanan siber.

"Sejauh yang kami ketahui, celah keamanan ini telah ada sejak lama -- mungkin satu dekade -- namun hingga kini belum ditemukan secara publik," kata CTO Ledger Chris Guillemet, seperti dikutip dari ZDNet, Jumat (13/3/2026).

Pernyataan dari petinggi Ledger tersebut menggarisbawahi betapa lamanya celah keamanan ini berpotensi telah menjadi 'pintu belakang' yang tidak terdeteksi dalam sistem operasi dan hardware terkait. Ini menyoroti tantangan berkelanjutan dalam menjaga keamanan rantai pasok perangkat keras.

Meskipun celah ini ditemukan pada chipset MediaTek, dampaknya secara langsung dirasakan oleh ekosistem pengguna Android yang mengandalkan komponen tersebut untuk menjalankan fungsi perangkat mereka sehari-hari. Pengguna disarankan untuk selalu memperbarui perangkat lunak mereka.

Situasi ini menjadi pengingat penting bagi produsen perangkat seluler untuk lebih ketat dalam melakukan verifikasi keamanan pada komponen hardware yang mereka gunakan. Transparansi mengenai pembaruan keamanan menjadi kunci dalam merespons temuan seperti ini.