Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan sinyal positif dengan ditutup di zona hijau pada perdagangan hari Selasa (10/03), mencatatkan kenaikan sebesar 1,41% dan mencapai level 7.440,91. Kinerja positif ini memberikan angin segar bagi para pelaku pasar, setelah sebelumnya diwarnai oleh berbagai sentimen global dan domestik yang fluktuatif.
Penguatan IHSG kali ini didorong oleh performa apik sejumlah saham unggulan. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menjadi salah satu motor penggerak dengan kenaikan signifikan sebesar 5,94%. Selain itu, saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) juga mencuri perhatian dengan lonjakan fantastis mencapai 13,25%. Kontribusi positif juga datang dari sektor perbankan, di mana saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menguat sebesar 1,45%, memberikan sentimen positif bagi investor.
Namun, di balik euforia penguatan indeks, terdapat pula beberapa saham yang justru menjadi pemberat laju IHSG. Saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mengalami penurunan tajam sebesar 4,52%, memberikan tekanan pada indeks. Selain itu, saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) juga terkoreksi sebesar 2,72%, serta saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) yang melemah sebesar 4,17%. Performa negatif saham-saham ini perlu dicermati lebih lanjut untuk memahami dinamika pasar secara komprehensif.
Aktivitas investor asing juga menjadi sorotan dalam perdagangan kali ini. Tercatat, investor asing melakukan aksi jual bersih (net sell) yang cukup signifikan, mencapai Rp1,93 triliun di pasar reguler dan bahkan mencapai Rp2,63 triliun di seluruh pasar. Aksi jual bersih ini mengindikasikan adanya potensi perubahan sentimen investor asing terhadap pasar saham Indonesia, yang perlu diwaspadai oleh para pelaku pasar.
Secara sektoral, mayoritas sektor saham berhasil mencatatkan kinerja positif. Dari 11 sektor saham yang ada, 10 di antaranya ditutup menguat. Sektor basic industrial menjadi bintang pada perdagangan kali ini dengan mencatatkan kenaikan paling tinggi, mencapai 4,42%. Kinerja impresif sektor ini menunjukkan adanya optimisme terhadap prospek industri dasar di Indonesia. Di sisi lain, sektor teknologi menjadi satu-satunya sektor yang harus rela berakhir di zona merah, meskipun hanya melemah tipis sebesar 0,04%.
Perkembangan Bursa Saham Global dan Sentimen Pasar
Pergerakan bursa saham Amerika Serikat pada perdagangan terakhir menunjukkan variasi. Dow Jones Industrial Average (DJIA) mengalami penurunan tipis sebesar 0,07% ke level 47.706. Indeks S&P 500 juga terkoreksi sebesar 0,21% menjadi 6.781. Sementara itu, indeks Nasdaq Composite bergerak relatif datar dengan kenaikan tipis sebesar 0,01% ke posisi 22.697. Pergerakan bursa saham AS ini memberikan gambaran mengenai kondisi pasar global yang masih diwarnai oleh ketidakpastian.
Pelaku pasar global saat ini masih fokus mencermati perkembangan geopolitik, terutama setelah pernyataan Presiden Amerika Serikat (saat itu) Donald Trump yang mengindikasikan bahwa konflik dengan Iran berpotensi mereda dalam waktu dekat. Sentimen ini memberikan dampak positif terhadap pasar, yang tercermin pada penguatan indeks MSCI Indonesia sebesar 0,73% pada perdagangan malam. Namun, perlu dicatat bahwa ETF berbasis saham Indonesia, yaitu iShares MSCI Indonesia ETF (EIDO), justru tercatat melemah sebesar 0,49%, menunjukkan adanya perbedaan persepsi antara investor lokal dan asing.
Fokus pada Kebijakan dan Regulasi: Uji Kelayakan Calon Anggota Dewan Komisioner OJK