Jakarta – Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) telah menerbitkan sebuah kajian komprehensif yang menyoroti dampak signifikan dari kegiatan operasional PT Amman Mineral Nusa Tenggara (Amman Mineral) terhadap perekonomian Indonesia, baik di tingkat nasional maupun regional. Kajian ini, yang berjudul "Analisis Dampak Makroekonomi dan Sosial Ekonomi PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN)", memberikan gambaran mendalam tentang bagaimana investasi, operasi pertambangan, pembangunan smelter, dan program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) perusahaan telah berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, dan penerimaan negara dalam kurun waktu 2018 hingga 2024.

Penelitian ini menggunakan pendekatan economic multiplier yang canggih, berbasis Inter-Regional Input-Output (IRIO), untuk mengukur dampak ekonomi dari berbagai aspek kegiatan Amman Mineral. Pendekatan IRIO memungkinkan para peneliti untuk tidak hanya memperhitungkan dampak langsung dari belanja investasi dan operasional perusahaan kepada kontraktor dan pemasok, tetapi juga dampak tidak langsung yang muncul ketika para pemasok meningkatkan produksi mereka untuk memenuhi kebutuhan Amman Mineral. Hal ini sangat penting karena memperhitungkan efek riak dari aktivitas ekonomi, di mana peningkatan permintaan di satu sektor dapat memicu pertumbuhan di sektor lain yang terkait.

Kelebihan utama dari pendekatan IRIO adalah kemampuannya untuk menangkap keterkaitan yang kompleks antara berbagai sektor ekonomi dan wilayah geografis. Dengan demikian, kajian ini mampu memberikan gambaran yang lebih akurat dan komprehensif tentang dampak ekonomi yang dihasilkan oleh Amman Mineral, baik di wilayah operasional perusahaan maupun di daerah lain yang terhubung dalam rantai pasoknya. Keterkaitan antar sektor dan wilayah ini menciptakan efek berganda yang signifikan, yang pada akhirnya berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

Hasil kajian LPEM FEB UI menunjukkan bahwa Amman Mineral telah memberikan kontribusi yang substansial terhadap perekonomian nasional melalui berbagai saluran. Pertama, kegiatan perusahaan telah meningkatkan output nasional secara signifikan. Peningkatan output ini mencerminkan peningkatan produksi barang dan jasa di berbagai sektor ekonomi yang terkait dengan kegiatan Amman Mineral. Kedua, Amman Mineral telah berkontribusi pada pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB), yang merupakan ukuran utama dari nilai total barang dan jasa yang diproduksi di suatu negara. Kontribusi Amman Mineral terhadap PDB nasional menunjukkan bahwa kegiatan perusahaan telah meningkatkan nilai tambah ekonomi secara keseluruhan.

Ketiga, Amman Mineral telah menciptakan lapangan kerja yang signifikan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Penciptaan lapangan kerja ini tidak hanya memberikan kesempatan bagi individu untuk mendapatkan penghasilan dan meningkatkan taraf hidup mereka, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Keempat, Amman Mineral telah berkontribusi pada penerimaan fiskal negara melalui pembayaran pajak, royalti, penerimaan negara bukan pajak (PNBP), dan penerimaan fiskal tidak langsung dari sektor-sektor yang terhubung dengan aktivitas perusahaan. Penerimaan fiskal ini sangat penting bagi pemerintah untuk membiayai berbagai program pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Secara kuantitatif, kajian LPEM FEB UI menemukan bahwa sepanjang periode penelitian (2018-2024), kontribusi Amman Mineral terhadap pembentukan PDB nasional mencapai Rp 173,4 triliun, atau rata-rata sekitar Rp 24,8 triliun per tahun. Angka ini setara dengan sekitar 0,13% dari PDB atas dasar harga berlaku nasional pada tahun 2024. Meskipun terlihat kecil secara persentase, angka ini tetap signifikan mengingat skala ekonomi Indonesia yang besar. Kontribusi ini menunjukkan bahwa Amman Mineral merupakan salah satu pemain kunci dalam perekonomian nasional.

Selain dampak pada indikator makroekonomi, kajian LPEM FEB UI juga menyoroti pengaruh aktivitas perusahaan terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat. Kepala Kajian Natural Resources and Energy Studies LPEM FEB UI, Uka Wikarya, menekankan bahwa kegiatan usaha perusahaan dapat menciptakan berbagai peluang ekonomi bagi masyarakat di berbagai sektor. Ini berarti bahwa manfaat dari kegiatan Amman Mineral tidak hanya dirasakan oleh perusahaan itu sendiri, tetapi juga oleh masyarakat luas.

Uka Wikarya menjelaskan bahwa kontribusi Amman Mineral tidak hanya terlihat pada angka-angka makro, tetapi juga pada tingkat rumah tangga dan komunitas. Kegiatan operasional Amman Mineral menciptakan rangkaian efek berganda yang luas. Sebagai contoh, kebutuhan penyediaan makanan bagi ribuan karyawan turut menghidupkan usaha para petani, peternak, dan penyedia bahan pangan lokal. Begitu pula dengan kebutuhan logistik dan jasa lainnya yang membuka kesempatan kerja di berbagai sektor dan wilayah. Inilah yang membuat pertumbuhan ekonomi yang dipicu Amman Mineral berdampak dengan skala luas dan menjangkau berbagai lapisan masyarakat.

Kajian tersebut juga mencatat peningkatan pendapatan rumah tangga sebesar Rp 67,6 triliun selama periode 2018-2024. Peningkatan pendapatan ini berkontribusi pada penurunan tingkat kemiskinan nasional sekitar 0,024 hingga 0,098 poin persentase, atau sekitar 80 ribu hingga 206 ribu orang. Penurunan tingkat kemiskinan ini menunjukkan bahwa kegiatan Amman Mineral telah membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang kurang mampu. Selain itu, tingkat pengangguran nasional juga diperkirakan turun sekitar 0,012 hingga 0,069 poin persentase, atau setara 29 ribu hingga 90 ribu orang selama periode tersebut. Penurunan tingkat pengangguran ini menunjukkan bahwa Amman Mineral telah membantu menciptakan lapangan kerja dan mengurangi masalah pengangguran di Indonesia.