Purwakarta – Kabar gembira bagi para pemudik yang berencana melakukan perjalanan dari arah Bandung menuju Jakarta pada Lebaran 2026! Ruas Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan, yang telah lama dinantikan, akan dioperasikan secara fungsional dan tanpa biaya alias gratis selama periode angkutan Lebaran. Inisiatif ini diharapkan menjadi solusi efektif untuk mengurai kepadatan lalu lintas yang kerap terjadi di titik krusial KM 66 Tol Jakarta-Cikampek, yang menjadi pertemuan arus kendaraan dari Tol Cipularang dan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali).
Pada periode Lebaran kali ini, ruas tol sepanjang 52 kilometer (Km) ini akan dibuka dari Gerbang Tol (GT) Sadang di Purwakarta hingga GT Setu di Bekasi. Pembukaan ruas ini menjadi angin segar, mengingat pada periode sebelumnya, ruas yang dioperasikan hanya mencapai GT Kutanegara di Karawang, dengan panjang sekitar 8 km. Peningkatan signifikan ini menjanjikan pengalaman perjalanan yang lebih lancar dan efisien bagi para pengguna jalan.
Pantauan langsung di lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar ruas Tol Japek II Selatan telah siap untuk dilalui. Jalanan telah diaspal dengan mulus, dilengkapi dengan marka jalan yang jelas, rambu-rambu lalu lintas yang informatif, serta lampu jalan yang memadai untuk penerangan di malam hari. Namun, perlu dicatat bahwa masih ada beberapa area yang masih dalam tahap penyelesaian, terutama dalam hal pemasangan lampu dan marka jalan.
Saat ini, baru satu jalur kendaraan yang rampung dan dapat digunakan oleh para pengguna jalan, yaitu jalur dari arah Sadang menuju Setu. Jalur sebaliknya, dari arah Jakarta menuju Bandung, masih dalam proses pembangunan yang intensif. Bahkan, di beberapa bagian, jalur tersebut masih berupa tanah. Kondisi inilah yang menjadi alasan utama mengapa ruas tol ini akan dioperasikan satu arah, khusus untuk arus balik dari Bandung menuju Jakarta selama periode libur Lebaran 2026.
Keputusan untuk mengoperasikan Tol Japek II Selatan secara fungsional dan gratis merupakan langkah strategis yang diambil oleh pemerintah dan PT Jasa Marga (Persero) sebagai operator tol. Langkah ini bertujuan untuk memberikan alternatif jalur yang dapat mengurangi beban lalu lintas di Tol Jakarta-Cikampek yang sudah ada, terutama pada saat puncak arus mudik dan balik Lebaran. Dengan adanya jalur alternatif ini, diharapkan waktu tempuh perjalanan dapat dipersingkat dan kemacetan dapat diminimalisir.
Setelah melewati Tol Japek II Selatan, para pemudik dapat melanjutkan perjalanan mereka melalui Tol Cimanggis-Cibitung, yang merupakan bagian dari Jakarta Outer Ring Road (JORR) 2. Akses masuk ke Tol Cimanggis-Cibitung dapat dilakukan melalui GT Burangkeng, yang lokasinya tidak jauh dari GT Setu. Dari sana, para pemudik dapat melanjutkan perjalanan menuju berbagai wilayah di Jakarta dan sekitarnya.
Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero), Rivan Achmad Purwantono, menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya untuk menyelesaikan persiapan akhir agar ruas tol ini dapat dioperasikan secara fungsional sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Targetnya, ruas tol ini akan siap dibuka untuk umum pada tanggal 15 Maret 2026.
"Persiapannya ada dua yang krusial, tetapi sudah 95% ya di kilometer 17, yang insyaallah juga selesai dalam 1-2 hari ini dan pembersihan area juga harus dilakukan supaya tidak ada debu. Kemudian beberapa lampu juga sudah disiapkan terhadap beberapa area-area yang diwajibkan diberikan lampu," jelas Rivan saat ditemui di Tol Japek II Selatan area Simpang Susun Sadang, Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (12/3/2026). Pernyataan ini menunjukkan komitmen Jasa Marga untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan para pengguna jalan.
Keberadaan Tol Japek II Selatan bukan hanya sekadar jalur alternatif, tetapi juga merupakan solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah kepadatan lalu lintas di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Dengan adanya tol ini, diharapkan distribusi lalu lintas dapat lebih merata, sehingga tidak terjadi penumpukan kendaraan di satu titik saja. Selain itu, tol ini juga akan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi di wilayah yang dilalui, dengan mempermudah aksesibilitas dan konektivitas antar wilayah.