Yogyakarta – Kabar gembira bagi para pengguna jalan yang sering bepergian antara Magelang dan Sleman! Proyek ambisius Tol Prambanan-Purwomartani, yang merupakan bagian krusial dari jaringan Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulonprogo, kini memasuki tahap akhir pembangunan dan siap untuk merevolusi perjalanan di wilayah tersebut. Dengan target operasional pada September 2026, ruas tol ini menjanjikan pemangkasan waktu tempuh yang signifikan, dari yang semula memakan waktu hingga satu jam melalui jalan arteri, menjadi hanya sekitar 10 menit saja.

Ruas Tol Prambanan-Purwomartani memiliki panjang 11,48 kilometer dan merupakan bagian dari Seksi 1.2 Klaten-Purwomartani sepanjang 20,075 km. Pembangunan tol ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam meningkatkan konektivitas antar wilayah, memacu pertumbuhan ekonomi, dan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam beraktivitas.

Direktur Utama PT Jasamarga Jogja Solo (JMJ), Rudy Hardiansyah, mengungkapkan bahwa progres pembangunan Seksi 1.2 Klaten-Purwomartani telah mencapai 96,44%. Hal ini menunjukkan keseriusan dan kerja keras dari seluruh pihak yang terlibat dalam proyek ini.

"Kami sangat optimis bahwa Tol Prambanan-Purwomartani akan selesai sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Saat ini, kami fokus pada penyelesaian beberapa detail teknis dan pembebasan lahan yang masih tersisa," ujar Rudy saat ditemui di Gerbang Tol (GT) Purwomartani, Sleman, Yogyakarta, pada Rabu (11/3/2026).

Ruas Klaten-Prambanan sendiri telah rampung dan beroperasi sejak pertengahan tahun 2025 lalu. Keberadaan ruas ini telah memberikan dampak positif bagi kelancaran arus lalu lintas di sekitar wilayah Klaten dan Prambanan.

Rudy menjelaskan bahwa Tol Prambanan-Purwomartani akan beroperasi secara fungsional dengan kecepatan terbatas, yaitu sekitar 40 km per jam. Meskipun demikian, waktu tempuh yang dihasilkan tetap jauh lebih singkat dibandingkan dengan menggunakan jalan arteri.

"Dengan kecepatan 40 km per jam, perjalanan dari Prambanan ke Purwomartani hanya akan memakan waktu sekitar 10 menit. Ini adalah penghematan waktu yang sangat signifikan, terutama bagi mereka yang setiap hari harus melakukan perjalanan antara Magelang dan Sleman," jelas Rudy.

Sebelum adanya tol ini, masyarakat harus melalui jalan arteri yang seringkali padat dan macet, terutama pada jam-jam sibuk. Waktu tempuh Magelang-Sleman bisa mencapai satu jam atau lebih, tergantung pada kondisi lalu lintas. Dengan adanya Tol Prambanan-Purwomartani, waktu tempuh dapat dipangkas hingga 90%.

"Kami berharap kehadiran tol ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, tidak hanya dalam hal efisiensi waktu, tetapi juga dalam hal kenyamanan dan keselamatan berkendara," kata Rudy.