Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan hari ini dengan sentimen negatif yang kuat, mencerminkan kekhawatiran mendalam di kalangan investor. IHSG langsung terperosok ke zona merah, berfluktuasi di kisaran 7.300-an, menandakan tekanan jual yang signifikan sejak awal sesi.

Menurut data terkini dari RTI pada Jumat, 13 Maret 2026, pukul 9.10 WIB, IHSG berada di level 7.340, mengalami penurunan sebesar 21 poin atau 0,30%. Pembukaan pasar sebelumnya menunjukkan level yang lebih rendah, yaitu 7.338, yang mengindikasikan bahwa sentimen negatif telah mengakar sejak dini.

Pergerakan IHSG pagi ini mencatatkan rentang yang cukup lebar, dengan titik terendah di 7.299 dan titik tertinggi di 7.350. Volatilitas ini mencerminkan ketidakpastian yang tinggi di pasar, di mana investor bereaksi terhadap berbagai faktor yang memengaruhi sentimen. Nilai transaksi indeks pada perdagangan pagi ini mencapai Rp 1,16 triliun, dengan melibatkan 2,99 miliar lembar saham yang diperdagangkan sebanyak 165.555 kali. Angka ini menunjukkan aktivitas perdagangan yang cukup tinggi, namun didominasi oleh aksi jual.

Dari total transaksi yang terjadi, hanya 173 saham yang berhasil mencatatkan penguatan, sementara mayoritas, yaitu 344 saham, mengalami penurunan. Sebanyak 161 saham lainnya stagnan, tidak mengalami perubahan harga. Dominasi saham-saham yang melemah menggarisbawahi sentimen negatif yang meluas di seluruh pasar.

Penurunan IHSG hari ini bukan hanya sekadar fluktuasi harian. Data historis menunjukkan bahwa IHSG telah mengalami tren penurunan yang signifikan dalam beberapa periode terakhir. Secara mingguan, IHSG telah melemah sebesar 3,23%. Penurunan yang lebih dramatis terlihat dalam periode bulanan, di mana IHSG anjlok sebesar 11,46%.

Penurunan yang lebih dalam lagi terlihat dalam perspektif tiga bulanan, di mana IHSG telah terkoreksi sebesar 14,76%. Dalam enam bulan terakhir, IHSG juga mencatatkan penurunan sebesar 5,91%. Secara year-to-date (YTD), atau sejak awal tahun 2026, IHSG telah kehilangan 15,11% nilainya. Penurunan yang konsisten ini menunjukkan bahwa pasar saham Indonesia sedang menghadapi tantangan yang serius.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penurunan IHSG

Ada beberapa faktor yang berkontribusi terhadap penurunan IHSG yang berkelanjutan ini. Pertama, kekhawatiran pasar global memainkan peran penting. Ketidakpastian ekonomi global, termasuk perlambatan pertumbuhan di negara-negara maju dan berkembang, serta ketegangan geopolitik, telah memicu sentimen risk-off di kalangan investor.

Kedua, kinerja perusahaan yang kurang memuaskan juga menjadi faktor pendorong penurunan IHSG. Laporan keuangan perusahaan-perusahaan yang terdaftar di bursa seringkali tidak memenuhi ekspektasi pasar, yang menyebabkan investor menjual saham mereka.