KABARNUSANTARA.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan tren pelemahan yang cukup tajam pada perdagangan hari Senin ini. Penurunan signifikan ini terjadi sejak sesi pembukaan pasar saham di Tanah Air.

Pada pukul 10:04 WIB, IHSG tercatat telah anjlok sedalam 2,32% dari penutupan sebelumnya. Tekanan jual yang masif menjadi pemicu utama terkikisnya nilai indeks secara agregat.

Akibat koreksi tersebut, IHSG terlempar ke level psikologis yang lebih rendah. Indeks acuan pasar modal Indonesia ini merosot dan kini berada di kisaran 6971 poin pada waktu tersebut.

Kondisi pasar saham domestik juga diperparah oleh pergerakan nilai tukar mata uang Garuda. Mata uang Rupiah ikut terpukul dan mengalami depresiasi cukup dalam terhadap Dolar Amerika Serikat.

Rupiah tercatat melemah signifikan, mencapai posisi Rp 16.972 per dolar AS pada waktu yang bersamaan dengan pelemahan indeks. Hal ini mengindikasikan adanya sentimen negatif yang meluas di pasar keuangan.

Penyebab utama dari penurunan tajam IHSG ini dikaitkan dengan pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar. Saham-saham konglomerat dan kelompok blue chip menjadi pemberat utama indeks sepanjang pagi hari.

Analisis lebih mendalam mengenai situasi pasar ini akan disajikan dalam program Profit. Pemirsa dapat menyimak ulasan lengkap dari analis pasar modal mengenai faktor pendorong koreksi ini.

"Selengkapnya simak ulasan Andi Shalini di Profit, CNBC Indonesia," demikian disampaikan sebagai penutup informasi awal mengenai pergerakan pasar hari ini, Senin (16/03/2026).

Fakta mengenai anjloknya IHSG hingga 2,32% pada pukul 10:04 WIB ke level 6971 dan pelemahan Rupiah ke Rp 16.972 per dolar AS terjadi pada hari Senin, 16 Maret 2026.