KABARNUSANTARA.ID - PT Hotel Fitra International Tbk (FITT) secara resmi mengumumkan pembatalan langkah strategis besar terkait restrukturisasi portofolio bisnis mereka. Perusahaan memutuskan untuk tidak melanjutkan rencana divestasi saham pada dua anak usahanya serta membatalkan akuisisi di sektor pelayaran.

Keputusan ini mencakup pembatalan pelepasan saham di PT Bumi Majalengka Permai (BMP) dan PT Fitra Amanah Wisata (FAW). Selain itu, rencana untuk mengambil alih PT Poseidon Shipping Indonesia (PSI) juga dipastikan tidak akan berjalan sebagaimana rencana semula.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (6/3/2026), pihak manajemen telah membatalkan agenda Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Dilansir dari CNBC Indonesia, agenda tersebut awalnya disiapkan untuk meminta restu pemegang saham atas rangkaian transaksi tersebut.

"Perseroan telah membatalkan rencana RUPSLB terkait permohonan persetujuan pemegang saham antara lain atas rencana divestasi saham BMP dan FAW, serta memutuskan untuk tidak melanjutkan transaksi akuisisi PSI," tulis manajemen PT Hotel Fitra International Tbk.

Saat ini, emiten berkode saham FITT tersebut tengah berada dalam fase evaluasi menyeluruh terhadap peta jalan transformasi bisnis mereka. Penyusunan ulang rencana bisnis menjadi prioritas utama guna memastikan arah perusahaan tetap relevan dengan kondisi pasar saat ini.

Sehubungan dengan pembatalan transaksi tersebut, sejumlah asumsi yang menjadi fondasi dasar Business Plan perusahaan kini tidak dapat ditindaklanjuti. Hal ini dikarenakan status transaksi yang sebelumnya menjadi pilar utama pertumbuhan telah dinyatakan ditunda atau dibatalkan.

"Perseroan akan menyampaikan pembaruan Business Plan kepada Bursa apabila rencana transaksi tersebut dilanjutkan atau apabila Perseroan telah menetapkan arah strategi bisnis yang baru, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," sebut pihak manajemen perusahaan.

Pembatalan akuisisi terhadap PSI berdampak langsung pada rencana ekspansi FITT ke sektor logistik dan pengoperasian armada kapal. Rencana awal untuk melayani rute pelayaran di wilayah Sulawesi, seperti Kendari-Langara, kini otomatis tidak lagi dijalankan oleh perusahaan.

"Mengingat keputusan Perseroan untuk tidak melanjutkan akuisisi PSI, maka rencana bisnis awal telah dievaluasi ulang. Oleh karena itu, hal-hal terkait konfigurasi armada, operasi rute, manajemen risiko, dan proyeksi keuangan, yang didasarkan pada rencana transaksi sebelumnya saat ini belum ditentukan," jelas manajemen dalam keterangannya.