KABARNUSANTARA.ID - Suasana hiruk pikuk terlihat jelas di area pintu selatan Stasiun Bandung selama periode perayaan Idul Fitri tahun ini. Pemandangan ini menunjukkan tingginya aktivitas warga yang memanfaatkan layanan kereta api untuk berbagai keperluan perjalanan.
Kepadatan penumpang terlihat signifikan, mencerminkan peran vital moda transportasi rel ini dalam menghubungkan masyarakat di kawasan Bandung Raya. Perjalanan mudik lokal menjadi salah satu alasan utama tingginya lonjakan penumpang.
Tidak hanya mereka yang hendak melakukan perjalanan jarak dekat, Stasiun Bandung juga berfungsi sebagai titik keberangkatan bagi warga yang merencanakan kegiatan wisata di dalam kota. Kawasan stasiun menjadi gerbang awal menuju destinasi favorit.
Salah seorang warga, Restia (25), memanfaatkan momen libur Lebaran ini untuk mengajak keluarganya berjalan-jalan di pusat kota. Ia berangkat bersama rombongan keluarga besarnya menuju salah satu ikon kota Bandung.
Restia, yang akrab disapa Tia, mengungkapkan bahwa tujuan utama mereka hari itu adalah mengunjungi Alun-alun Bandung. Keputusan menggunakan kereta api didasarkan pada kemudahan akses dari lokasi mereka.
Tia menjelaskan kemudahan akses transportasi yang ditawarkan oleh Stasiun Bandung untuk mencapai pusat kota. "Mau main ke Alun-alun Bandung. Dari sini tinggal jalan saja," kata Tia, sapaan akrab Restia, kepada detikJabar, Minggu (22/3/2026).
Penggunaan kereta api sebagai moda transportasi selama libur Lebaran ini menunjukkan adanya pergeseran preferensi masyarakat untuk mengurangi potensi kepadatan lalu lintas darat. Hal ini sejalan dengan upaya mengatasi kemacetan di area urban.
Data di lapangan, dilansir dari detikJabar, mengindikasikan bahwa kereta api telah menjadi solusi efektif bagi mobilitas warga yang ingin bersilaturahmi atau berekreasi di area Bandung Raya tanpa terjebak kemacetan panjang.
Kondisi ini diperkirakan akan terus berlangsung selama masa libur panjang, menegaskan kembali pentingnya infrastruktur transportasi publik yang andal dalam mendukung pergerakan massa saat hari besar keagamaan.