KABARNUSANTARA.ID - Kawasan wisata pantai di Kabupaten Sukabumi mengalami lonjakan pengunjung yang sangat signifikan pada momentum libur H+1 Lebaran. Ribuan masyarakat memadati pesisir untuk menikmati waktu senggang bersama keluarga pada Minggu (22/3/2026).
Namun, di balik keramaian tersebut, situasi berubah menjadi mencekam akibat terjadinya rentetan kecelakaan laut di dua titik berbeda. Dilansir dari sumber lokal, insiden ini menjadi sorotan tajam terkait aspek keselamatan wisatawan di tengah cuaca yang dinamis.
Lokasi pertama kecelakaan dilaporkan berada di Pantai Kebon Kalapa, Kecamatan Cisolok. Sementara itu, insiden kedua yang memicu kepanikan warga terjadi di Pantai Karangnaya, Kecamatan Cikakak.
Dalam peristiwa yang berlangsung hampir bersamaan tersebut, dua orang anak dilaporkan nyaris tenggelam. Beruntung, aksi penyelamatan cepat berhasil dilakukan sehingga nyawa kedua bocah tersebut dapat tertolong dari maut.
Kondisi berbeda dialami oleh seorang remaja yang hingga saat ini keberadaannya masih menjadi misteri. Remaja tersebut dilaporkan hilang terseret arus laut yang kuat dan belum berhasil ditemukan oleh petugas maupun warga sekitar.
Tim SAR gabungan telah diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan upaya pencarian dan penyelamatan secara intensif. Fokus pencarian kini dipusatkan di sekitar titik hilangnya korban dengan memperhitungkan arah arus laut.
Kejadian ini memberikan gambaran analitis mengenai risiko tinggi yang dihadapi wisatawan saat kapasitas area wisata melampaui batas normal. Kepadatan pengunjung seringkali membuat pengawasan mandiri maupun petugas menjadi lebih menantang.
Dibutuhkan sinergi yang lebih kuat antara pengelola wisata dan pengunjung untuk mematuhi rambu-rambu larangan berenang di zona berbahaya. Kewaspadaan ekstra menjadi harga mati guna menghindari tragedi di tengah suasana suka cita hari raya.
Hingga berita ini diturunkan, tim penyelamat masih terus menyisir area perairan Palabuhanratu untuk mencari keberadaan remaja yang hilang tersebut. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada saat beraktivitas di bibir pantai.