KABARNUSANTARA.ID - Volume kendaraan selama periode arus mudik Lebaran 2026 di wilayah Jawa Barat tercatat mencapai angka signifikan, yakni menembus total 1,6 juta unit. Angka ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat yang melintasi provinsi tersebut pada momen hari raya.
Puncak kepadatan arus kendaraan sempat terjadi dan mencapai titik tertinggi selama periode tersebut. Diperkirakan, pada hari puncak tersebut, jumlah kendaraan yang melintas serentak mencapai sekitar 270 ribu unit.
Informasi mengenai volume kendaraan dan evaluasi arus mudik ini disampaikan langsung oleh otoritas kepolisian setempat. Hal ini menjadi bagian dari laporan akhir pelaksanaan pengamanan hari raya.
Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan, secara resmi mengumumkan data rekapitulasi tersebut kepada publik. Pernyataan ini memberikan gambaran komprehensif mengenai kinerja pengamanan dan kelancaran transportasi di Jabar.
Menurut evaluasi yang dilakukan, pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 di Jawa Barat dinilai berhasil mencapai target positif. Data periode 13 hingga 19 Maret 2026 menjadi dasar penilaian keberhasilan tersebut.
Berbagai indikator utama menunjukkan adanya peningkatan kualitas pelayanan dan keamanan selama masa mudik berlangsung. Indikator tersebut meliputi penurunan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta data kecelakaan lalu lintas.
"Optimalisasi rekayasa lalu lintas turut berkontribusi terhadap kelancaran arus mudik," kata Rudi Setiawan dalam keterangannya pada Minggu (22/3/2026).
Kapolda juga merinci berbagai skema pengalihan arus yang diterapkan untuk menjaga kelancaran mobilitas. "Tercatat, penerapan contra flow dilakukan sebanyak 22 kali dan pengalihan arus sebanyak 60 kali, ditambah sistem one way baik nasional maupun lokal," kata Rudi Setiawan.
Penerapan langkah-langkah rekayasa lalu lintas yang terukur ini terbukti efektif dalam mengurai penumpukan kendaraan. Hal ini memastikan pemudik dapat melintasi Jawa Barat dengan waktu tempuh yang lebih efisien.