KABARNUSANTARA.ID - SDN 120 Kotabaru yang berlokasi strategis di Kelurahan Ciateul, Kecamatan Regol, Kota Bandung, menemukan cara unik untuk menyemarakkan suasana Bulan Ramadan tahun 2026. Sekolah ini memilih untuk menggabungkan kegiatan keagamaan dengan inisiatif promosi pendidikan.
Inisiatif tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan lomba mewarnai yang ditujukan secara khusus bagi anak-anak dari tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) maupun Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sekitar wilayah tersebut. Kegiatan ini juga sekaligus menjadi momentum sosialisasi menjelang dibukanya proses Penerimaan Murid Baru (PPDB) sekolah tersebut.
Pelaksanaan acara tersebut digagas dengan konsep yang sangat sederhana dan mudah diakses oleh masyarakat luas. Hal ini menunjukkan komitmen sekolah untuk membuka diri tanpa membebani orang tua atau wali murid yang ingin berpartisipasi.
Salah satu aspek penting dari penyelenggaraan ini adalah kebijakan sekolah mengenai biaya partisipasi. Tidak ada pungutan biaya pendaftaran yang dikenakan baik kepada peserta lomba maupun orang tua yang mendampingi mereka.
Meskipun bersifat sederhana, semangat kompetisi tetap dijaga dengan baik melalui pemberian apresiasi kepada para pemenang. Para juara yang berhasil menunjukkan kreativitas terbaik tetap menerima uang 'kadeudeuh' sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh panitia.
Aktivitas lomba mewarnai ini sendiri telah dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal 12 Maret pekan lalu, yang menjadi penanda puncak acara tersebut. Pemanfaatan fasilitas sekolah menunjukkan kesiapan infrastruktur dalam menampung kegiatan komunitas.
Dalam pelaksanaan lomba, pihak sekolah memanfaatkan dua ruang kelas yang tersedia untuk menampung antusiasme peserta. Sebanyak 39 anak dari jenjang TK/PAUD berpartisipasi aktif dalam kompetisi kreativitas ini.
Para peserta tampak sangat bersemangat dalam menuangkan imajinasi mereka di atas kertas gambar yang telah disediakan. Mereka saling beradu kemampuan artistik untuk menghasilkan karya terbaik dalam batas waktu yang ditentukan.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pendekatan komunitas yang ramah dan tanpa biaya dapat efektif dalam menarik perhatian publik, khususnya calon orang tua murid baru, dilansir dari laporan kegiatan sekolah.