Jakarta – Presiden terpilih Prabowo Subianto telah mengonfirmasi kehadirannya pada peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 yang akan diselenggarakan di Monumen Nasional (Monas), Jakarta. Kepastian ini menjadi angin segar bagi kalangan buruh di Indonesia, menandai sebuah era baru dalam hubungan antara pemerintah dan pekerja. Kehadiran Prabowo diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat dialog, meningkatkan kesejahteraan buruh, dan menghormati perjuangan panjang para pahlawan pekerja di tanah air.

Kabar gembira ini disampaikan langsung oleh Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, setelah pertemuan tertutup dengan Prabowo Subianto. Pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih dua jam itu menjadi ajang bagi para perwakilan buruh untuk menyampaikan aspirasi dan harapan mereka kepada presiden terpilih. Lebih dari sekadar pertemuan formal, momen ini menjadi simbol komitmen Prabowo untuk mendengarkan dan merespons kebutuhan para pekerja di Indonesia.

"Kami baru saja bertemu Presiden dalam pertemuan tertutup pada hari Jumat lalu selama kurang lebih dua jam. Dalam pertemuan tersebut beliau memastikan akan hadir langsung pada peringatan May Day di Monas, Jakarta," ujar Andi Gani dengan nada optimis. Pernyataan ini disampaikan dalam acara silaturahmi Ramadan bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Kantor DPD KSPSI Jawa Timur, Surabaya, pada hari Selasa (10/3/2026). Kehadiran Kapolri dalam acara tersebut semakin menggarisbawahi pentingnya sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan organisasi buruh dalam menciptakan iklim kerja yang kondusif dan berkeadilan.

Peringatan May Day di Monas diperkirakan akan dihadiri oleh sekitar 250 ribu buruh dari berbagai sektor industri di seluruh Indonesia. Jumlah yang fantastis ini mencerminkan antusiasme dan harapan besar para pekerja terhadap pemerintahan Prabowo Subianto. Monas, sebagai simbol perjuangan kemerdekaan dan persatuan bangsa, akan menjadi saksi bisu semangat solidaritas dan tekad para buruh untuk terus berjuang demi hak-hak mereka.

Lebih lanjut, Prabowo Subianto juga dijadwalkan untuk meresmikan Museum Ibu Marsinah di Nganjuk pada tanggal 2 Mei 2026. Pembangunan museum ini merupakan bentuk penghormatan yang mendalam terhadap perjuangan Marsinah, seorang aktivis buruh yang gigih membela hak-hak pekerja di era 1990-an. Kisah tragis Marsinah telah menginspirasi banyak orang untuk terus memperjuangkan keadilan dan kesetaraan di tempat kerja.

Andi Gani Nena Wea menekankan bahwa pembangunan Museum Ibu Marsinah menjadi momentum penting bagi para pekerja setelah perjuangan panjang untuk mengenang Marsinah sebagai simbol perjuangan hak-hak buruh. Museum ini diharapkan dapat menjadi pusat edukasi dan inspirasi bagi generasi muda, khususnya para pekerja, untuk memahami sejarah perjuangan buruh di Indonesia dan melanjutkan cita-cita mulia Marsinah.

Rangkaian peringatan May Day 2026 juga akan dimeriahkan dengan kehadiran lima pimpinan serikat buruh dunia yang dijadwalkan datang ke Jakarta. Kehadiran para tokoh internasional ini menunjukkan pengakuan dan dukungan dunia terhadap perjuangan buruh di Indonesia. Selain itu, momen ini juga menjadi kesempatan bagi para pemimpin buruh Indonesia untuk bertukar pengalaman dan belajar dari praktik terbaik di negara lain.

Meskipun diperkirakan akan dihadiri oleh ratusan ribu buruh, Andi Gani memastikan bahwa kegiatan peringatan May Day akan berlangsung tertib dan damai. KSPSI dan organisasi buruh lainnya telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan instansi terkait untuk memastikan keamanan dan kelancaran acara. Semangat kebersamaan dan solidaritas akan menjadi landasan utama dalam pelaksanaan peringatan May Day 2026.

"Kami akan terus bersama-sama menjaga Indonesia dan memastikan stabilitas serta solidaritas tetap terjaga selamanya," tegas Andi Gani. Pernyataan ini mencerminkan komitmen para buruh untuk berkontribusi positif bagi pembangunan bangsa dan menjaga keharmonisan hubungan industrial di Indonesia.