KABARNUSANTARA.ID - Era digitalisasi telah merambah berbagai sektor pelayanan publik, termasuk dalam aspek keamanan dan ketertiban lalu lintas. Kini, pemantauan arus mudik tidak lagi sepenuhnya bergantung pada kehadiran fisik petugas di lapangan.
Teknologi canggih kini menjadi tulang punggung utama dalam memfasilitasi pengawasan pergerakan masyarakat selama periode puncak arus balik dan mudik. Hal ini bertujuan meningkatkan efisiensi dan responsivitas dalam manajemen lalu lintas.
Secara spesifik di wilayah Kota Bandung, upaya pemantauan arus mudik didukung penuh oleh implementasi sistem yang dikenal sebagai Smart City Road Safety Policing. Sistem ini mengintegrasikan data dan teknologi untuk menghasilkan pemetaan situasi yang lebih komprehensif.
Selain itu, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Bandung juga mengambil langkah progresif dengan menerapkan teknologi mutakhir Artificial Intelligence (AI). Penerapan AI ini dilakukan dalam rangka pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya tahun 2026.
Pemanfaatan teknologi AI ini merupakan bagian integral dari modernisasi sistem kepolisian yang telah digagas dan dikembangkan oleh Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri. Langkah ini menunjukkan komitmen institusi terhadap inovasi pelayanan publik.
Kasubnit Kamsel Satlantas Polrestabes Bandung, IPTU Hany Amelia, memberikan keterangan mengenai tujuan dari adopsi teknologi ini. Modernisasi ini diharapkan mampu memberikan dampak positif signifikan pada kelancaran arus kendaraan.
IPTU Hany Amelia menyatakan bahwa penerapan sistem teknologi canggih ini merupakan bagian dari upaya modernisasi yang dikembangkan oleh Korlantas Polri. Hal ini menggarisbawahi pergeseran paradigma dalam penanganan tugas operasional di lapangan.
Implementasi teknologi seperti AI dalam operasi pengamanan mudik menunjukkan kesiapan kepolisian dalam menyambut tantangan manajemen lalu lintas di masa depan. Hal ini sejalan dengan upaya peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat pemudik.