KABARNUSANTARA.ID - Harga minyak dan gas bumi mengalami lonjakan signifikan pada perdagangan Kamis (19/3/2025) setelah sejumlah fasilitas energi vital di Timur Tengah menjadi sasaran serangan baru. Situasi ini memicu kekhawatiran serius di kalangan pelaku pasar mengenai potensi gangguan pasokan global yang lebih dalam dan berkelanjutan.

Pada sesi perdagangan Eropa, minyak mentah Brent mencatat kenaikan 10 persen hingga menyentuh angka US$118,50 per barel. Sementara itu, patokan minyak Amerika Serikat, West Texas Intermediate (WTI), naik 2,9 persen ke level US$95,08 per barel, dilansir dari CNBC Indonesia.

Sektor gas alam juga terdampak hebat dengan kenaikan harga sebesar 26 persen pada kontrak TTF Belanda untuk bulan depan. Harga sempat menyentuh 70 euro pada pembukaan perdagangan sebelum akhirnya bergerak di kisaran 68,70 euro per megawatt-jam.

Serangan rudal yang diluncurkan Iran dilaporkan menyebabkan kerusakan luas pada kompleks Ras Laffan di Qatar. Fasilitas tersebut merupakan pusat ekspor gas alam cair (LNG) terbesar di dunia, yang menurut QatarEnergy, telah mengalami serangan serupa sejak hari Rabu.

"Persoalan utama bagi pasar gas dunia bukan hanya mengenai kapan arus melalui Selat Hormuz kembali normal, melainkan juga durasi perbaikan fasilitas yang terdampak," kata analis di ING.

Eskalasi konflik ini membuat negara-negara seperti Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab mulai mengevakuasi sejumlah fasilitas energi mereka. Ketegangan meningkat setelah sebelumnya Israel menyerang ladang gas raksasa South Pars milik Iran yang dikelola bersama Qatar.

"Terdapat risiko besar bagi ekspor gas alam Iran ke negara-negara seperti Turki, Irak, dan Armenia, sehingga pasar perlu memperhitungkan premi risiko yang lebih tinggi," ujar analis di ING.

Presiden Trump menyatakan bahwa pihak Israel tidak akan melakukan serangan lanjutan terhadap ladang gas tersebut. Namun, ia memberikan peringatan keras bahwa Amerika Serikat akan mengambil tindakan terhadap infrastruktur South Pars jika Iran terus menyerang Qatar.

"Amerika Serikat akan mengambil tindakan tegas terhadap seluruh wilayah South Pars jika Iran terbukti kembali melakukan serangan ke wilayah Qatar," kata Presiden Trump.