PT Permodalan Nasional Madani (PNM) telah lama menjadi garda terdepan dalam memberdayakan perempuan prasejahtera di Indonesia. Melalui program pembiayaan dan pendampingan usaha yang terstruktur, PNM tidak hanya meningkatkan taraf ekonomi para nasabahnya, tetapi juga secara signifikan mendorong perubahan sosial positif di dalam keluarga dan komunitas tempat mereka tinggal. Inisiatif ini menjadikan perempuan-perempuan dari sektor ultra mikro sebagai motor penggerak ekonomi yang vital di lingkungan masing-masing.
Sejak didirikan pada tahun 1999, PNM telah memegang teguh komitmennya untuk menyediakan akses pembiayaan yang inklusif bagi para pelaku usaha ultra mikro, dengan fokus utama pada perempuan prasejahtera. Lebih dari sekadar memberikan modal awal, PNM juga menyediakan serangkaian program pelatihan yang komprehensif, pendampingan intensif, serta pembinaan karakter usaha yang berkelanjutan melalui layanan unggulannya, PNM Mekaar dan ULaMM. Layanan ini dirancang untuk membekali para perempuan dengan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk mengelola usaha mereka secara efektif dan berkelanjutan.
Hingga saat ini, program PNM Mekaar telah berhasil menjangkau lebih dari 22,9 juta nasabah yang tergabung dalam sekitar 909 ribu kelompok perempuan yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Jangkauan layanan ini sangat luas, meliputi 36 provinsi, 451 kabupaten/kota, dan 6.165 kecamatan, menunjukkan komitmen PNM untuk memberikan dampak positif yang merata di seluruh wilayah nusantara.
Sekretaris Perusahaan PNM, L. Dodot Patria Ary, dalam keterangan tertulisnya pada Kamis (12/3/2026), menekankan bahwa dampak pemberdayaan ini tidak hanya dapat diukur dari angka-angka statistik semata. Beliau menyatakan, "Perempuan yang sebelumnya hanya berjuang untuk sekadar bertahan hidup, kini mulai berperan aktif sebagai penggerak ekonomi tidak hanya bagi keluarga mereka, tetapi juga bagi komunitas di sekitarnya." Pernyataan ini menggarisbawahi perubahan signifikan yang dialami oleh para perempuan nasabah PNM Mekaar.
Pernyataan tersebut disampaikan Dodot dalam acara ‘Iftar PNM Bersama Media: Lentera dalam Makna’ yang diselenggarakan di Jakarta pada Rabu (11/3). Acara ini menjadi wadah bagi PNM untuk berbagi cerita sukses dan dampak positif dari program-program pemberdayaannya kepada para jurnalis dan pemangku kepentingan lainnya.
Lebih lanjut, program Mekaar juga secara aktif mendorong kepemimpinan perempuan di tingkat komunitas. Setiap kelompok dalam program ini memiliki seorang ketua yang bertanggung jawab untuk mengorganisasi pertemuan rutin, menjaga kedisiplinan anggota, dan memastikan bahwa seluruh anggota kelompok dapat berkembang bersama. Peran ini secara tidak langsung membentuk jiwa kepemimpinan perempuan dari akar rumput, memberikan mereka kepercayaan diri dan keterampilan yang dibutuhkan untuk memimpin dan menginspirasi orang lain. Para ketua kelompok tidak hanya menggerakkan usaha kecil, tetapi juga menjadi panutan yang menumbuhkan nilai-nilai solidaritas, gotong royong, serta kemandirian ekonomi di lingkungan sekitar mereka.
Dampak pemberdayaan ini semakin diperkuat melalui keberadaan ekosistem Holding Ultra Mikro yang mengintegrasikan layanan dari PNM, BRI, dan Pegadaian. Melalui ekosistem ini, para nasabah PNM Mekaar memiliki kesempatan untuk naik kelas dan mengakses berbagai layanan keuangan yang lebih luas, seperti pinjaman dengan skala yang lebih besar, tabungan, dan investasi. Hal ini membantu mereka untuk mengembangkan usaha mereka lebih jauh dan mencapai tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi.
Dodot menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan memiliki efek berantai yang melampaui peningkatan ekonomi individu. Dampaknya meresap ke dalam seluruh aspek kehidupan keluarga dan komunitas.
"Ketika seorang ibu mendapatkan akses pembiayaan dan pendampingan yang tepat, yang berubah bukan hanya usahanya. Yang berubah adalah kualitas kehidupan keluarganya secara keseluruhan, termasuk pendidikan anak-anaknya, kesehatan, dan bahkan dinamika ekonomi di lingkungannya. Inilah yang kami sebut sebagai multiplier effect dari pemberdayaan perempuan," ujarnya dengan penuh semangat.