Semarang, Jawa Tengah – PT Pertamina Patra Niaga, sebagai Subholding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero), menunjukkan keseriusannya dalam mengamankan pasokan energi nasional menjelang lonjakan mobilitas masyarakat saat mudik Idulfitri 2026. Jajaran direksi perusahaan terjun langsung ke lapangan, melakukan peninjauan komprehensif di Semarang, Jawa Tengah, untuk memastikan kelancaran distribusi energi dari hulu hingga hilir.

Peninjauan ini bukan sekadar formalitas, melainkan wujud komitmen Pertamina Patra Niaga untuk menghadirkan energi yang andal dan terjangkau bagi seluruh masyarakat Indonesia, khususnya di momen penting seperti Lebaran. Kelancaran distribusi energi menjadi krusial untuk mendukung aktivitas mudik, kegiatan ekonomi, dan kebutuhan sehari-hari masyarakat selama periode tersebut.

Direktur Armada Logistik Pertamina Patra Niaga, Arif Yunianto, bersama Direktur Keuangan Pertamina Patra Niaga, Bagus Agung Rahadiansyah, memimpin langsung peninjauan ini. Titik pertama yang menjadi fokus adalah Kapal LPG Gas Walio, sebuah kapal tanker modern yang tengah bersandar di Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang. Kapal ini memegang peranan vital dalam mendistribusikan Liquefied Petroleum Gas (LPG) ke berbagai wilayah di Jawa Tengah dan sekitarnya.

Kedatangan jajaran direksi disambut hangat oleh para awak kapal. Mereka berkesempatan meninjau langsung fasilitas operasional kapal, termasuk Cargo Control Room (CCR), pusat kendali yang memantau proses bongkar muat LPG secara detail. CCR dilengkapi dengan teknologi canggih yang memungkinkan operator memantau tekanan, suhu, dan volume LPG secara real-time, memastikan proses bongkar muat berjalan aman dan efisien.

Selanjutnya, direksi mengunjungi Engine Control Room (ECR), jantung dari kapal yang mengendalikan seluruh sistem permesinan. ECR dilengkapi dengan panel-panel indikator dan sistem alarm yang memantau kinerja mesin utama, generator, dan peralatan vital lainnya. Peninjauan di ECR memberikan gambaran jelas tentang kompleksitas dan pentingnya perawatan rutin untuk menjaga performa kapal tetap optimal.

Tak hanya itu, direksi juga menyempatkan diri berinteraksi langsung dengan nahkoda kapal, berdiskusi tentang tantangan dan strategi dalam menjaga kelancaran operasional kapal di tengah cuaca dan kondisi perairan yang dinamis. Interaksi ini menjadi wadah bagi direksi untuk mendapatkan masukan berharga dari para praktisi di lapangan, yang kemudian dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan operasional kapal.

Arif Yunianto menekankan pentingnya peran transportasi laut dalam mendistribusikan energi ke seluruh pelosok negeri, terutama mengingat Indonesia sebagai negara kepulauan. "Saat ini, Subholding Downstream mengoperasikan tidak kurang dari 345 unit armada kapal, dan jumlah ini dapat terus bertambah sesuai kebutuhan. Armada ini bertugas mengangkut minyak mentah, produk BBM, maupun LPG," jelas Arif. Ia menambahkan bahwa sekitar 60% distribusi LPG di Jawa Tengah disokong oleh kapal-kapal seperti Gas Walio. "Indonesia memiliki lebih dari 17 ribu pulau, sehingga peran kapal menjadi urat nadi yang tidak boleh putus," tegasnya.

Bagus Agung Rahadiansyah, yang akrab disapa Andi, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh awak kapal yang terlibat dalam pendistribusian energi. "Teman-teman di kapal ini adalah pahlawan di balik layar dalam ekosistem energi nasional. Mereka membawa energi sampai ke seluruh Indonesia, memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat dan menghidupi perekonomian Indonesia," ujar Andi dengan penuh semangat.

Kapal Gas Walio sendiri merupakan kapal jenis LPG Carrier Fully Refrigerated dengan kapasitas muatan sekitar 13.000 metrik ton LPG. Kapal ini dilengkapi dengan teknologi pendinginan canggih yang memungkinkan LPG diangkut dalam kondisi cair pada suhu yang sangat rendah, meminimalkan risiko penguapan dan memastikan volume LPG yang diangkut tetap optimal.