Jakarta – PT Pertamina (Persero), melalui Subholding Downstream, PT Pertamina Patra Niaga, menunjukkan komitmennya dalam mendukung industri penerbangan nasional dengan meluncurkan inisiatif strategis berupa penyesuaian harga khusus avtur. Kebijakan ini diwujudkan dalam bentuk diskon sebesar 10% yang diberlakukan di sejumlah bandara yang dikelola oleh Angkasa Pura di seluruh pelosok Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat menjadi angin segar bagi maskapai penerbangan, terutama dalam mengelola biaya operasional yang seringkali membengkak, khususnya menjelang dan selama periode peak season Lebaran 2026.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun, menekankan bahwa inisiatif ini merupakan wujud nyata dukungan Pertamina terhadap ekosistem penerbangan nasional. Dengan memberikan keringanan biaya bahan bakar, diharapkan maskapai dapat mengoptimalkan pengeluaran mereka dan pada akhirnya, bermuara pada harga tiket pesawat yang lebih terjangkau bagi masyarakat luas. Periode Lebaran, dengan tradisi mudik yang kuat di Indonesia, selalu menjadi momen penting yang menuntut ketersediaan transportasi yang efisien dan terjangkau. Kebijakan diskon avtur ini diharapkan dapat memainkan peran krusial dalam mewujudkan hal tersebut.
"Melalui kebijakan harga khusus avtur ini, Pertamina Patra Niaga ingin memberikan dukungan konkret agar maskapai penerbangan memiliki ruang efisiensi biaya. Kami berharap, efisiensi ini dapat diteruskan kepada masyarakat dalam bentuk harga tiket yang lebih kompetitif selama periode mudik Lebaran," ujar Roberth dalam keterangan resminya. Ia menambahkan bahwa inisiatif ini bukan hanya sekadar bantuan finansial, tetapi juga merupakan bagian dari upaya Pertamina untuk menciptakan ekosistem penerbangan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Diskon 10% untuk harga avtur ini akan berlaku di 37 bandara strategis yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Cakupan wilayahnya sangat luas, meliputi Sumatera, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, hingga Maluku dan Papua. Pemilihan bandara-bandara ini didasarkan pada pertimbangan strategis, yaitu bandara-bandara dengan volume pergerakan penumpang yang tinggi selama periode libur Idul Fitri. Dengan demikian, dampak positif dari kebijakan ini dapat dirasakan secara merata di berbagai daerah di Indonesia.
"Langkah ini memastikan dukungan yang sama di berbagai titik dengan pergerakan penumpang tinggi selama periode libur Idul Fitri," jelas Roberth. Ia juga menekankan bahwa Pertamina Patra Niaga memahami betul pentingnya kelancaran arus mudik dan balik Lebaran bagi masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, inisiatif ini dirancang sedemikian rupa agar dapat memberikan kontribusi maksimal dalam mewujudkan perjalanan yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat.
Lebih lanjut, Roberth menjelaskan bahwa Pertamina Patra Niaga tidak hanya fokus pada kebijakan harga, tetapi juga pada aspek ketersediaan dan ketahanan stok avtur secara nasional. Pertamina berkomitmen untuk memastikan bahwa stok avtur nasional berada dalam kondisi aman, dengan rata-rata lebih dari 30 hari. Hal ini penting untuk mengantisipasi lonjakan permintaan avtur selama periode Lebaran, serta untuk menghindari potensi gangguan pasokan yang dapat menghambat kelancaran penerbangan.
Untuk memastikan kelancaran distribusi dan pelayanan, seluruh Aviation Fuel Terminal (AFT) di seluruh Indonesia akan beroperasi dengan tim siaga penuh. Tim ini akan bertugas selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu, untuk menjamin ketersediaan avtur dan memberikan pelayanan terbaik kepada maskapai penerbangan. Pertamina Patra Niaga menyadari bahwa kelancaran operasional AFT merupakan kunci utama dalam menjaga kelancaran penerbangan selama periode sibuk ini.
Komitmen Pertamina Patra Niaga dalam mendukung industri penerbangan tidak hanya terbatas pada inisiatif diskon avtur dan jaminan ketersediaan stok. Pertamina juga terus berupaya untuk meningkatkan kualitas avtur yang diproduksi, serta mengembangkan teknologi-teknologi baru yang dapat meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar dan mengurangi emisi gas rumah kaca. Hal ini sejalan dengan komitmen Pertamina untuk menjadi perusahaan energi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Inisiatif diskon avtur ini juga merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menstabilkan harga tiket pesawat selama periode Lebaran. Pemerintah menyadari bahwa harga tiket pesawat yang mahal dapat menjadi beban bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang ingin merayakan Lebaran bersama keluarga di kampung halaman. Oleh karena itu, pemerintah terus berupaya untuk mencari solusi yang dapat menekan harga tiket pesawat tanpa mengorbankan kualitas pelayanan dan keselamatan penerbangan.