Jakarta – Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Pertanian (Kementan), tengah berupaya keras untuk mewujudkan swasembada gula nasional. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menargetkan produksi gula dalam negeri dapat mencapai 3 juta ton pada tahun ini. Untuk mencapai target ambisius ini, pemerintah menjadikan penguatan sektor tebu sebagai prioritas utama, dengan fokus pada perbaikan menyeluruh dari hulu hingga hilir.
Mentan Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk melakukan pembenahan secara komprehensif di seluruh rantai pasok industri gula, mulai dari penyediaan benih berkualitas, penerapan pola tanam yang optimal, peningkatan efisiensi sistem hilirisasi, hingga penataan aspek pemasaran yang menguntungkan petani. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan petani tebu dan menjadikan budidaya tebu sebagai usaha yang menjanjikan.
"Kami melakukan pembenahan dari hulu hingga hilir, mulai dari benih, pola tanam, sistem hilirisasi, hingga aspek pemasaran. Tujuannya sederhana, pekebun harus mendapatkan keuntungan," ujar Amran dalam keterangan tertulis yang dirilis pada Selasa, 10 Maret 2026. Pernyataan ini mencerminkan keseriusan pemerintah dalam mengatasi berbagai tantangan yang selama ini menghambat peningkatan produksi gula nasional.
Salah satu langkah konkret yang telah dan akan terus dilakukan oleh pemerintah adalah pemberian bantuan benih tebu unggul kepada petani di berbagai daerah. Pada tahun 2025, Direktorat Jenderal Perkebunan Kementan telah berhasil menyalurkan bantuan sebanyak 1.925.760.000 mata benih tebu kepada para petani. Jumlah ini setara dengan pengembangan areal tanam tebu seluas sekitar 32.096 hektare, dengan asumsi kebutuhan sekitar 60.000 mata benih per hektare. Program bantuan benih ini telah diimplementasikan di 7 provinsi dan 56 kabupaten di seluruh Indonesia.
Keberhasilan program bantuan benih tebu pada tahun 2025 menjadi landasan kuat untuk melanjutkan dan memperluas program ini pada tahun 2026. Pemerintah menargetkan penyaluran bantuan benih untuk pengembangan tebu seluas 99.547 hektare dengan total 5,9 miliar mata benih. Program ini akan dilaksanakan di 10 provinsi dan 74 kabupaten, menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjangkau lebih banyak petani dan memperluas cakupan program.
Pelaksana Tugas (plt) Direktur Jenderal Perkebunan Abdul Roni Angkat menekankan bahwa ketersediaan benih unggul merupakan faktor krusial dalam meningkatkan produktivitas tebu rakyat. Benih unggul memiliki potensi untuk menghasilkan tanaman yang lebih tahan terhadap penyakit, memiliki pertumbuhan yang lebih cepat, dan menghasilkan rendemen gula yang lebih tinggi.
"Benih merupakan fondasi utama dalam budidaya tebu. Melalui program bantuan benih ini, pemerintah ingin memastikan pekebun memperoleh akses terhadap benih unggul sehingga produktivitas dan rendemen tebu dapat meningkat," terang Roni. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya investasi dalam benih unggul sebagai langkah awal untuk meningkatkan produksi gula nasional.
Selain program bantuan benih, pemerintah juga berupaya untuk meningkatkan efisiensi sistem hilirisasi industri gula. Hal ini meliputi modernisasi pabrik gula, peningkatan kualitas proses produksi, dan pengembangan produk-produk turunan tebu yang memiliki nilai tambah. Dengan meningkatkan efisiensi dan diversifikasi produk, diharapkan industri gula nasional dapat menjadi lebih kompetitif dan berkelanjutan.
Pemerintah juga menyadari pentingnya peran petani tebu dalam mencapai swasembada gula nasional. Oleh karena itu, pemerintah berupaya untuk memberikan pendampingan dan pelatihan kepada petani tebu agar mereka dapat menerapkan praktik-praktik budidaya yang baik dan meningkatkan produktivitas lahan mereka. Selain itu, pemerintah juga berupaya untuk memfasilitasi akses petani tebu terhadap pembiayaan dan teknologi pertanian modern.