Jakarta – PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) menatap masa depan cerah setelah mengumumkan laporan keuangan konsolidasian yang telah diaudit untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2025. Tahun 2025 menjadi tahun krusial bagi EMAS, di mana fokus utama Perseroan tertuju pada penyelesaian pembangunan Tambang Emas Pani yang berlokasi strategis di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo. Proyek emas ini merupakan tonggak penting bagi EMAS dalam mewujudkan ambisinya sebagai pemain utama di industri pertambangan emas Indonesia.
Presiden Direktur EMAS, Boyke Poerbaya Abidin, mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian ini. Menurutnya, penyelesaian sejumlah fasilitas utama pengolahan dan infrastruktur tambang merupakan buah dari kerja keras dan dedikasi seluruh tim. Puncaknya, pada Februari 2026, Tambang Emas Pani berhasil melaksanakan produksi emas perdana, menandai babak baru bagi perusahaan. Keberhasilan ini semakin diperkuat dengan penandatanganan Gold Sales & Purchase Agreement (GSPA) dengan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM), yang merupakan langkah strategis untuk memastikan penjualan hasil produksi emas.
"Kinerja keuangan Perseroan untuk tahun buku 2025 mencerminkan fase konstruksi proyek, sehingga laba bersih masih mencatatkan posisi negatif. Hal ini wajar mengingat investasi besar yang telah dikeluarkan untuk pembangunan Tambang Emas Pani," jelas Boyke dalam keterangan tertulis yang disampaikan pada Jumat (13/3/2026). "Namun, kami sangat optimis bahwa kondisi ini akan segera berbalik. Pada 27 Februari 2026, Perseroan telah merealisasi pengiriman emas perdana kepada PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), sehingga Perseroan akan mencatat penjualan pertamanya pada kuartal pertama tahun 2026. Ini adalah momentum penting yang akan mendorong pertumbuhan pendapatan Perseroan."
Boyke menambahkan bahwa optimisme ini didukung oleh beberapa faktor kunci. Pertama, kondisi harga emas global yang kondusif memberikan angin segar bagi industri pertambangan emas. Harga emas yang stabil dan cenderung meningkat memberikan insentif bagi EMAS untuk meningkatkan produksi dan memaksimalkan pendapatan. Kedua, EMAS telah berhasil menerapkan struktur biaya produksi yang kompetitif, sehingga mampu menghasilkan emas dengan biaya yang efisien. Hal ini akan meningkatkan margin keuntungan Perseroan dan memperkuat daya saing di pasar.
"Dengan kombinasi harga emas yang baik dan struktur biaya yang efisien, kami memperkirakan kinerja keuangan akan berbalik menuju profitabilitas pada tahun buku 2026," tegas Boyke. "Untuk tahun 2026, kami menargetkan produksi emas sebesar 100-115 ribu ons. Target ini realistis dan dapat dicapai dengan mengoptimalkan operasional Tambang Emas Pani."
Dimulainya produksi emas di Pani, lanjut Boyke, menandai transisi penting bagi Perseroan dari tahap pembangunan yang penuh tantangan menuju produksi komersial yang lebih stabil dan terukur. Fokus utama saat ini adalah memastikan proses ramp-up berjalan dengan baik sehingga Tambang Emas Pani dapat mencapai tingkat produksi optimal. Ramp-up adalah proses peningkatan produksi secara bertahap hingga mencapai kapasitas penuh. EMAS berkomitmen untuk melakukan ramp-up secara hati-hati dan terencana agar tidak mengganggu kualitas produksi dan operasional tambang.
Boyke juga menyoroti pentingnya pembangunan proyek yang diawali pada 2022 hingga produksi emas perdana di Februari tahun ini. Menurutnya, proses ini memberikan fondasi yang kuat bagi pertumbuhan operasional Perseroan ke depan. Investasi yang telah dilakukan dalam infrastruktur, teknologi, dan sumber daya manusia akan memberikan manfaat jangka panjang bagi EMAS.
"Proyek Pani memiliki basis sumber daya emas yang besar dan potensi umur tambang jangka panjang. Ini adalah aset berharga yang akan memberikan kontribusi signifikan bagi pendapatan dan profitabilitas Perseroan," jelas Boyke. "Dengan dimulainya produksi, kami memasuki fase baru yang diharapkan dapat memperkuat kinerja operasional dan finansial untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham. Kami berkomitmen untuk memberikan hasil yang terbaik bagi para investor yang telah mempercayakan modalnya kepada kami."
Dalam proses pengembangan proyek, Perseroan sebelumnya memperoleh dukungan pembiayaan dari induk perusahaan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA). Dukungan ini memungkinkan pembangunan proyek dilakukan secara efisien sebelum melaksanakan penawaran umum perdana saham (IPO). IPO merupakan langkah penting bagi EMAS untuk mendapatkan dana segar dari pasar modal dan meningkatkan visibilitas perusahaan di mata investor.