Bulan Ramadan adalah bulan penuh berkah, dan puncaknya adalah malam Lailatul Qadar. Malam istimewa ini diyakini memiliki keutamaan yang jauh melampaui seribu bulan, menjadikannya momen yang sangat dinantikan oleh seluruh umat Islam. Kesempatan emas ini mendorong umat untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah mereka, berharap dapat meraih rahmat dan ampunan Allah SWT.

Meskipun tanggal pasti Lailatul Qadar tidak diungkapkan secara gamblang, ajaran Islam mengarahkan kita untuk mencarinya pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan. Penekanan khusus diberikan pada malam-malam ganjil dalam rentang waktu tersebut. Rasulullah SAW sendiri menganjurkan umatnya untuk bersungguh-sungguh dalam beribadah selama periode ini, bahkan membangunkan keluarganya untuk turut serta.

Untuk tahun 2026, perhitungan awal Ramadan dapat sedikit berbeda antara pemerintah/Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, yang berdampak pada perkiraan tanggal malam ganjil.

Perkiraan Malam Ganjil Lailatul Qadar 2026:

  • Versi Pemerintah dan NU: Jika awal Ramadan 1447 H jatuh pada tanggal 19 Februari 2026, maka malam-malam ganjil yang berpotensi sebagai Lailatul Qadar adalah malam ke-21 (20 Maret), malam ke-23 (22 Maret), malam ke-25 (24 Maret), malam ke-27 (26 Maret), dan malam ke-29 (28 Maret).

    Versi Muhammadiyah: Muhammadiyah menetapkan awal Ramadan pada 18 Februari 2026. Dengan demikian, perkiraan malam ganjilnya adalah malam ke-21 (19 Maret), malam ke-23 (21 Maret), malam ke-25 (23 Maret), malam ke-27 (25 Maret), dan malam ke-29 (27 Maret).

    Meskipun terdapat perbedaan dalam penentuan tanggal awal Ramadan, anjuran untuk memperbanyak ibadah pada seluruh malam ganjil di sepuluh hari terakhir tetap menjadi prioritas utama.

    Beberapa ulama memiliki pandangan bahwa malam ke-27 Ramadan memiliki kemungkinan terbesar sebagai malam Lailatul Qadar. Pandangan ini didasarkan pada beberapa riwayat hadis dan pengalaman para salafus shalih yang menemukan tanda-tanda malam mulia ini pada tanggal tersebut. Namun, perlu diingat bahwa kepastian mutlak mengenai tanggal ini tidak ada.

    Hikmah di balik dirahasiakannya waktu pasti Lailatul Qadar adalah agar umat Islam tidak hanya beribadah pada satu malam saja, melainkan termotivasi untuk menghidupkan seluruh sepuluh malam terakhir Ramadan dengan penuh kesungguhan. Ini adalah ujian keikhlasan dan ketekunan dalam beribadah.