Sosok Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Presiden ke-6 Republik Indonesia, memang dikenal dengan berbagai talenta dan minatnya di luar dunia politik. Salah satunya adalah seni lukis. Baru-baru ini, lukisan karya SBY yang menggambarkan seekor kuda api, berhasil terjual dengan harga fantastis, yaitu Rp 6,5 miliar. Pembelinya bukanlah orang sembarangan, melainkan Low Tuck Kwong, seorang pengusaha nasional yang namanya masuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia bahkan dunia.
Lantas, siapa sebenarnya Low Tuck Kwong ini? Bagaimana ia bisa mencapai puncak kesuksesan dan menjadi salah satu tokoh berpengaruh di Indonesia? Artikel ini akan mengupas tuntas profil Low Tuck Kwong, dari awal karirnya hingga menjadi "Raja Batu Bara" dan menilik investasi-investasinya yang menjangkau berbagai sektor, serta mengungkap alasan di balik pembelian lukisan SBY yang bernilai miliaran rupiah tersebut.
Dari Singapura ke Indonesia: Awal Mula Perjalanan Seorang Pengusaha Gigih
Low Tuck Kwong lahir di Singapura. Di usia remaja, ia sudah mulai terlibat dalam bisnis konstruksi milik ayahnya. Pengalaman ini menjadi fondasi penting bagi dirinya untuk memahami dunia bisnis. Namun, naluri seorang pengusaha sejati mendorongnya untuk mencari peluang yang lebih besar. Pada tahun 1972, ia memutuskan untuk hijrah ke Indonesia, negara yang saat itu sedang berkembang pesat dan menawarkan potensi ekonomi yang menjanjikan. Keputusan ini menjadi titik balik dalam hidupnya.
Di Indonesia, Low Tuck Kwong memulai dari bawah. Dengan kerja keras dan visi yang jelas, ia membangun jaringan dan mencari peluang di berbagai sektor. Ketekunan dan kejeliannya dalam melihat potensi pasar akhirnya membawanya ke industri batu bara, sebuah sektor yang kelak akan menjadi sumber kekayaannya yang melimpah.
Mendirikan Bayan Resources: Mengukuhkan Diri sebagai Raja Batu Bara
Nama Low Tuck Kwong mulai dikenal luas setelah ia mendirikan PT Bayan Resources Tbk, sebuah perusahaan pertambangan batu bara yang kini menjadi salah satu pemain utama di industri ini. Bayan Resources berhasil mengembangkan operasi pertambangan yang efisien dan berkelanjutan, serta menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, baik di dalam maupun luar negeri.
Keberhasilan Bayan Resources tidak lepas dari kepemimpinan Low Tuck Kwong yang visioner dan strategis. Ia berani mengambil risiko dan berinvestasi dalam teknologi dan inovasi untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi operasional. Selain itu, ia juga memiliki kemampuan yang kuat dalam membangun tim yang solid dan kompeten.
Berkat Bayan Resources, Low Tuck Kwong berhasil mengumpulkan kekayaan yang sangat besar. Berdasarkan data Real Time Net Worth Forbes, pada tanggal 19 Februari 2026, kekayaan Low Tuck Kwong tercatat mencapai US$ 20,4 miliar atau setara dengan Rp 344,78 triliun (dengan kurs Rp 16.901). Angka ini menempatkannya sebagai orang terkaya keempat di Indonesia dan ke-116 di dunia. Julukan "Raja Batu Bara" pun melekat padanya.