KABARNUSANTARA.ID - PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) berhasil membukukan laba tahun berjalan yang mengesankan sepanjang tahun 2025, meskipun perusahaan menghadapi tantangan operasional yang cukup berat. Kenaikan laba ini menjadi sorotan utama dalam laporan keuangan terbaru yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI).

Berdasarkan dokumen tersebut, laba tahun berjalan Vale tercatat mencapai US$76,06 juta pada tahun 2025. Angka ini menunjukkan peningkatan substansial sebesar 31,67% jika dibandingkan dengan perolehan laba tahun sebelumnya yang tercatat sebesar US$57,76 juta.

Fakta menariknya adalah pertumbuhan laba ini terjadi meskipun kinerja pendapatan perusahaan mengalami peningkatan yang relatif terbatas. Dilansir dari CNBC Indonesia, pendapatan Vale hanya naik tipis 4,19%, mencapai US$990,19 juta dari angka US$950,39 juta pada tahun 2024.

Sementara itu, beban pokok pendapatan perusahaan justru mengalami kenaikan yang lebih cepat, yaitu sebesar 4,42%, sehingga mencapai US$879,34 juta. Kenaikan beban ini menyebabkan laba bruto hanya mampu bertumbuh sedikit, hanya naik 2,42% menjadi US$110,85 juta dari posisi sebelumnya US$108,22 juta.

Tekanan pada aspek operasional perusahaan semakin terlihat jelas melalui lonjakan signifikan pada pos beban usaha. Beban usaha melonjak drastis hingga 36,39%, menjadi US$52,18 juta, dibandingkan dengan US$38,25 juta pada tahun sebelumnya.

Selain beban usaha, pos beban lainnya juga menunjukkan tren kenaikan yang substansial, yakni naik 28,71% menjadi US$12,71 juta. Kombinasi dari berbagai peningkatan beban ini akhirnya menekan laba usaha perusahaan hingga turun tajam sebesar 35,08%, mencapai US$41,43 juta dari posisi US$63,82 juta di tahun 2024.

Meskipun laba usaha mengalami penurunan, laba bersih perseroan tetap mampu mencatatkan peningkatan berkat kontribusi signifikan dari pos-pos non-operasional. Pos ini menjadi penopang utama pertumbuhan laba bersih perusahaan pada tahun 2025.

Salah satu kontributor utama adalah keuntungan dari pengakuan nilai wajar aset derivatif yang mencapai US$16,57 juta, berbalik dari kondisi kerugian sebesar US$19,94 juta pada tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan adanya pemulihan signifikan pada instrumen keuangan perusahaan.

Selain itu, Vale juga membukukan keuntungan dari pengakuan nilai wajar investasi saham sebesar US$6,68 juta, yang merupakan peningkatan signifikan dibandingkan perolehan US$1,35 juta pada tahun 2024. Perusahaan juga mencatat keuntungan dari pelepasan pengendalian entitas anak sebesar US$634 ribu.