Jakarta – Bulan Ramadan menjadi momen spesial bagi umat Muslim di seluruh dunia, termasuk para pengguna setia Commuter Line di wilayah Jabodetabek, Yogyakarta, dan sekitarnya. PT KAI Commuter Indonesia (KCI), sebagai operator layanan kereta rel listrik (KRL) Commuter Line, memahami kebutuhan para penumpangnya yang menjalankan ibadah puasa. Untuk itu, KCI memberikan kelonggaran bagi penumpang yang ingin berbuka puasa di dalam kereta saat waktu berbuka tiba.
Kebijakan ini tentu menjadi angin segar bagi para pengguna Commuter Line yang seringkali terjebak dalam perjalanan saat waktu berbuka puasa tiba. Dengan diperbolehkannya berbuka puasa di dalam kereta, penumpang tidak perlu lagi khawatir akan melewatkan momen penting tersebut. Mereka dapat membatalkan puasanya dengan tenang dan nyaman di tengah perjalanan.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menjelaskan bahwa kelonggaran ini diberikan dengan tetap memperhatikan kenyamanan dan ketertiban bersama. Ia mengimbau para penumpang untuk memilih makanan dan minuman ringan saat berbuka puasa di dalam kereta.
"Untuk berbuka puasa di dalam Commuter Line, pengguna diimbau untuk berbuka dengan makanan dan minuman ringan secara tidak berlebihan, serta menghindari makanan atau minuman yang berbau menyengat demi kenyamanan bersama," jelas Karina.
Imbauan ini sangat penting untuk diperhatikan oleh seluruh penumpang. Makanan dan minuman yang berbau menyengat dapat mengganggu kenyamanan penumpang lain yang tidak berpuasa atau memiliki preferensi aroma yang berbeda. Selain itu, makanan yang terlalu berat juga dapat membuat penumpang merasa tidak nyaman selama perjalanan.
Beberapa contoh makanan dan minuman ringan yang cocok untuk berbuka puasa di dalam kereta antara lain kurma, air mineral, buah-buahan, roti, atau biskuit. Hindari membawa makanan seperti nasi padang, sate, atau makanan berkuah lainnya yang berpotensi tumpah dan mengotori kereta.
Selain memilih makanan dan minuman yang tepat, penumpang juga diminta untuk menjaga kebersihan selama berbuka puasa di dalam kereta. Sampah bekas kemasan makanan dan minuman harus dibuang pada tempatnya. Jika tidak menemukan tempat sampah di dalam kereta, penumpang diimbau untuk membawa kembali sampahnya dan membuangnya di tempat sampah yang tersedia di stasiun tujuan.
"Penumpang Commuter Line juga diminta untuk disiplin dalam menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan, termasuk sampah bekas kemasan makanan dan minuman saat berbuka puasa di dalam kereta. Penumpang diimbau untuk membawa kembali sampahnya dan membuangnya di tempat sampah yang tersedia di stasiun tujuan," tegas Karina.
KAI Commuter juga akan memberikan informasi mengenai waktu berbuka puasa kepada para penumpang. Petugas akan mengumumkan waktu berbuka puasa, baik di dalam Commuter Line maupun di area stasiun. Hal ini tentu akan sangat membantu penumpang untuk mengetahui kapan mereka dapat membatalkan puasanya.