Jakarta – Momentum Ramadan dan Lebaran selalu membawa berkah tersendiri bagi industri fesyen muslim di Indonesia. Tahun ini, geliat tersebut semakin terasa, terutama bagi para pelaku usaha rumahan yang memanfaatkan platform digital untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Di Cilincing, Jakarta Utara, sebuah rumah produksi fesyen muslim tengah disibukkan dengan peningkatan produksi untuk memenuhi lonjakan pesanan yang datang dari berbagai penjuru negeri.
Di tengah hiruk pikuk kawasan industri Jakarta Utara, sebuah bangunan sederhana menjadi pusat aktivitas yang menggeliat. Inilah rumah produksi Kyaza Official, sebuah usaha fesyen muslim yang telah bertransformasi menjadi salah satu pemain penting dalam industri ini. Jelang Hari Raya Idul Fitri, suasana di Kyaza Official tampak lebih sibuk dari biasanya. Para pekerja dengan cekatan memotong bahan, menjahit, menyetrika, hingga mengemas produk-produk fesyen muslim yang siap dikirim ke pelanggan setia mereka.
Sokya Ima, pemilik Kyaza Official, menuturkan bahwa permintaan produk fesyen muslim di tokonya, yang beroperasi melalui platform digital, mengalami peningkatan signifikan selama bulan Ramadan. Bahkan, ia memperkirakan bahwa penjualan tahun ini akan melonjak hingga tiga kali lipat dibandingkan hari-hari biasa di luar bulan Ramadan.
"Alhamdulillah, setiap Ramadan kami selalu kebanjiran pesanan. Tahun ini, peningkatannya terasa lebih besar karena semakin banyak orang yang berbelanja online, terutama untuk persiapan Lebaran," ujar Sokya, sambil mengawasi jalannya produksi di rumah produksinya.
Fenomena peningkatan permintaan fesyen muslim secara online ini sejalan dengan tren digitalisasi yang semakin merambah berbagai sektor industri, termasuk fesyen. Kemudahan berbelanja melalui platform digital, ditambah dengan pilihan produk yang beragam dan harga yang kompetitif, menjadi daya tarik utama bagi konsumen.
Dalam kondisi normal, Kyaza Official rata-rata melayani sekitar 2.000 pembeli per hari. Namun, selama bulan Ramadan, jumlah pembeli melonjak drastis hingga mencapai sekitar 7.000 orang per hari. Peningkatan ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Sokya dan timnya untuk memastikan kualitas produk tetap terjaga dan pesanan dapat dipenuhi tepat waktu.
"Kami harus bekerja ekstra keras untuk memenuhi semua pesanan yang masuk. Alhamdulillah, dengan kerja sama tim yang solid, kami bisa mengatasi tantangan ini," kata Sokya dengan nada optimis.
Kyaza Official telah aktif berjualan di platform Shopee sejak tahun 2018. Selama delapan tahun berkiprah di dunia e-commerce, usaha ini terus berkembang dan berhasil menarik perhatian banyak pelanggan. Salah satu faktor yang membuat produk Kyaza diminati adalah harganya yang relatif terjangkau. Hijab yang dijual dibanderol mulai dari Rp17.500 hingga Rp60.000, sementara manset dijual di kisaran Rp33.000 hingga Rp50.000.
"Kami ingin memberikan akses kepada semua orang untuk bisa tampil modis dengan fesyen muslim yang berkualitas tanpa harus mengeluarkan banyak uang," jelas Sokya.