Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) di Cengkareng, Tangerang, bersiap menyambut lonjakan signifikan jumlah penumpang selama periode mudik Lebaran 2026. Diprediksi sekitar 3 juta orang akan memanfaatkan moda transportasi udara untuk pulang kampung melalui bandara tersibuk di Indonesia ini. Angka yang fantastis ini menuntut persiapan matang dari seluruh pihak terkait untuk memastikan kelancaran, keamanan, dan kenyamanan perjalanan para pemudik.

Angkasa Pura Indonesia (API), operator bandara, memperkirakan jumlah penumpang yang akan berangkat dari Bandara Soetta mencapai 3.010.993 orang. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 2,22% dibandingkan dengan jumlah penumpang pada periode yang sama di tahun 2025. Peningkatan ini diyakini didorong oleh meningkatnya mobilitas masyarakat selama masa libur Lebaran, baik untuk perjalanan domestik maupun internasional. Semangat untuk berkumpul dengan keluarga dan kerabat di kampung halaman, setelah dua tahun lebih dibatasi oleh pandemi, menjadi pendorong utama peningkatan volume pemudik.

Tidak hanya jumlah penumpang yang mengalami peningkatan, pergerakan pesawat selama periode mudik Lebaran 2026 juga diprediksi melonjak. API memperkirakan akan ada 19.891 penerbangan yang beroperasi, meningkat 3,43% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Peningkatan ini menunjukkan optimisme maskapai penerbangan terhadap permintaan perjalanan udara yang tinggi selama musim mudik. Mereka berlomba-lomba untuk menyediakan kursi sebanyak mungkin untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang ingin merayakan Idul Fitri di kampung halaman.

General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, menegaskan bahwa manajemen bandara bersama seluruh stakeholder telah melakukan persiapan intensif untuk memastikan kelancaran operasional selama periode Angkutan Lebaran tahun ini. Persiapan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari peningkatan kapasitas fasilitas, penambahan personel, hingga koordinasi yang erat antar lembaga terkait.

"Bandara Soekarno-Hatta telah mempersiapkan berbagai aspek operasional dan pelayanan untuk menghadapi peningkatan pergerakan penumpang dan pesawat selama periode Angkutan Lebaran 2026. Dengan proyeksi lebih dari 3 juta penumpang serta dukungan penerbangan tambahan, kami memastikan seluruh fasilitas, personel, dan koordinasi antar stakeholder berjalan optimal agar perjalanan para pengguna jasa tetap aman, nyaman, dan lancar," ujar Heru dalam keterangannya.

Untuk mengakomodasi lonjakan permintaan perjalanan udara, maskapai penerbangan juga telah mengajukan penambahan 735 penerbangan (extra flight). Dari jumlah tersebut, 365 penerbangan dialokasikan untuk rute domestik, sementara 370 penerbangan lainnya melayani rute internasional. Penambahan penerbangan ini diharapkan dapat mengurangi potensi penumpukan penumpang di bandara dan memberikan lebih banyak pilihan waktu terbang bagi para pemudik.

Puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi pada tanggal 18 Maret 2026, dengan proyeksi 187.202 penumpang dan 1.193 penerbangan dalam satu hari. Sementara itu, puncak arus balik diprediksi terjadi pada tanggal 28 Maret 2026, dengan estimasi 198.387 penumpang dan 1.221 penerbangan dalam satu hari. Angka-angka ini menunjukkan betapa krusialnya persiapan yang matang untuk mengantisipasi lonjakan penumpang dan memastikan kelancaran operasional bandara pada hari-hari puncak tersebut.

Untuk mendukung kelancaran operasional selama periode Angkutan Lebaran, Bandara Soekarno-Hatta menyiagakan 7.832 personel operasional. Personel ini akan bertugas dalam berbagai aspek pelayanan, keamanan, dan operasional bandara. Jumlah ini meningkat sekitar 6% dibandingkan kondisi operasional normal harian, sebagai langkah antisipasi terhadap lonjakan pergerakan penumpang dan pesawat. Penambahan personel ini akan membantu memastikan bahwa semua kebutuhan penumpang terpenuhi dan operasional bandara berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

Selain penambahan personel, berbagai langkah kesiapan operasional lainnya juga telah dilakukan. Beberapa di antaranya meliputi normalisasi drainase untuk mengantisipasi curah hujan tinggi, pemantauan tinggi muka air secara realtime untuk mencegah banjir, peningkatan pengamanan melalui random check untuk menjaga keamanan bandara, pemastian ketersediaan moda transportasi darat untuk memudahkan penumpang melanjutkan perjalanan, uji keandalan sistem kelistrikan untuk mencegah gangguan listrik, serta pengecekan fasilitas layanan bandara untuk memastikan semuanya berfungsi dengan baik selama periode Angkutan Lebaran.