Menjelang puncak arus mudik Lebaran, Pertamina Patra Niaga mengambil langkah proaktif untuk memastikan kelancaran pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) bagi para pemudik yang melintasi jalan tol Jakarta-Cikampek. Salah satu inisiatif utama yang diterapkan adalah penambahan fasilitas BBM modular di Rest Area KM 57, sebuah titik strategis yang diperkirakan akan mengalami peningkatan volume kendaraan secara signifikan.
Keputusan untuk menempatkan unit BBM modular di Rest Area KM 57 didasari oleh analisis mendalam terhadap pola pergerakan pemudik pada tahun-tahun sebelumnya. Pertamina Patra Niaga mengidentifikasi area ini sebagai lokasi dengan potensi antrean panjang di SPBU, terutama pada jam-jam sibuk. Dengan adanya fasilitas tambahan ini, diharapkan para pemudik dapat mengisi bahan bakar dengan lebih cepat dan efisien, sehingga mengurangi risiko kemacetan dan keterlambatan perjalanan.
Kesiapan operasional fasilitas BBM modular ini menjadi fokus utama dalam peninjauan yang dilakukan oleh jajaran komisaris dan direksi Pertamina Patra Niaga pada Senin (9/3). Komisaris Utama Pertamina Patra Niaga, Sabar Yudo Suroso, bersama Komisaris Independen Prabunindya Revta Revolusi dan Direktur Armada Logistik Arif Yunianto, turun langsung ke lapangan untuk memastikan bahwa semua aspek telah dipersiapkan dengan matang.
Dalam peninjauan tersebut, mereka tidak hanya memeriksa ketersediaan stok BBM, tetapi juga meninjau fasilitas pendukung lainnya, seperti Serambi MyPertamina. Serambi MyPertamina merupakan area istirahat yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas gratis, seperti tempat tidur, kursi pijat, dan area bermain anak. Fasilitas ini dirancang untuk memberikan kenyamanan bagi para pemudik yang membutuhkan istirahat sejenak di tengah perjalanan panjang mereka.
Komisaris Independen Pertamina Patra Niaga, Prabunindya Revta Revolusi, menekankan pentingnya persiapan yang matang dalam menghadapi lonjakan permintaan BBM selama Ramadan dan Idulfitri. "Hari ini kami melakukan inspeksi pemeriksaan untuk kesiapan Ramadan dan Idulfitri. Di SPBU Rest Area KM 57, stok semuanya aman, jadi jangan panik. Semua produk sudah disiapkan untuk masyarakat agar bisa dengan selamat nanti tiba di tujuan," ujarnya.
Lebih lanjut, Prabu menjelaskan bahwa Pertamina Patra Niaga telah menyiapkan dua unit modular BBM jenis Pertamax di sekitar SPBU Rest Area KM 57. Masing-masing unit memiliki kapasitas 3.000 liter, yang diharapkan dapat membantu memecah antrean panjang di SPBU utama. Selain itu, Pertamina Patra Niaga juga menyiagakan motoris BBM, yaitu petugas yang siap mengantarkan bahan bakar langsung ke lokasi pemudik yang kehabisan BBM di tengah jalan tol.
"Aman sekali untuk stok ketersediaan BBM, di titik yang paling penuh pun kami sudah siapkan beberapa alternatif, seperti ada modular di sini untuk bisa memecah antrean. Kalau misalkan banyak antrean di pom bensin, bisa kami arahkan ke titik BBM modular seperti ini agar tidak ada kemacetan. Termasuk bahkan kami sudah siapkan motoris BBM andai nanti masyarakat mengalami kendala di tengah jalan," tambahnya.
Selain fokus pada ketersediaan dan distribusi BBM, Pertamina Patra Niaga juga memberikan perhatian khusus pada kenyamanan dan keselamatan para pemudik. Fasilitas istirahat Serambi MyPertamina di rest area tersebut merupakan bukti nyata dari komitmen tersebut. Di Serambi MyPertamina, para pemudik dapat beristirahat dengan nyaman, menikmati fasilitas perawatan diri seperti manicure dan pedicure gratis, serta memanfaatkan area bermain anak yang aman dan menyenangkan.
"Ada beberapa fasilitas tambahan yang disiapkan seperti Serambi MyPertamina, jadi bisa beristirahat kalau memang lelah. Driver yang membawa mobil kalau kecapaian jangan dipaksa, istirahat dulu di sini. Untuk Ibunya ada fasilitas perawatan manicure dan pedicure, untuk Bapaknya ada barber untuk cukur rambut, dan untuk anak-anaknya juga bisa nyaman karena ada area bermain. Semua gratis, supaya masyarakat bisa mudik dengan tenang dan selamat sampai tujuan," pungkas Prabu.