Jakarta bersiap menghadapi lonjakan arus mudik Lebaran 2026 yang diperkirakan akan memecahkan rekor. PT Jasa Marga (Persero) Tbk memproyeksikan sekitar 3,5 juta kendaraan akan meninggalkan ibu kota melalui jalan tol selama periode krusial ini. Proyeksi ini mengindikasikan mobilitas masyarakat yang sangat tinggi, menandakan pentingnya persiapan matang untuk memastikan kelancaran dan keamanan perjalanan para pemudik.

Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan A Purwantono, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai strategi untuk mengantisipasi lonjakan volume lalu lintas yang signifikan ini. Prediksi puncak arus mudik jatuh pada hari Rabu, 18 Maret 2026. Namun, Rivan memperkirakan bahwa peningkatan volume kendaraan sudah akan mulai terasa sejak hari Jumat, 13 Maret 2026, seiring dengan dimulainya masa libur panjang yang memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk melakukan perjalanan lebih awal.

"Jadi diperkirakan 3,5 juta kendaraan di mana kita melihat bahwa arus mudik yang akan terjadi adalah puncak ini tanggal 18. Tapi kami perkirakan telah muncul mulai dari hari Jumat ini. Karena memang dengan adanya liburan yang cukup panjang," ujar Rivan dalam konferensi pers yang diadakan di JMTC Jatiasih, Bekasi, pada Selasa, 10 Maret 2026. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya kesiapan infrastruktur dan personel Jasa Marga untuk menghadapi peningkatan volume lalu lintas yang diperkirakan akan terjadi secara bertahap, dimulai beberapa hari sebelum puncak arus mudik.

Sementara itu, puncak arus balik diperkirakan akan terjadi pada tanggal 24 Maret 2026, atau H+3 Lebaran. Pada periode ini, sebagian besar pemudik diprediksi akan mulai kembali ke Jakarta setelah merayakan Idul Fitri dan bersilaturahmi dengan keluarga di kampung halaman. Namun, Rivan juga menekankan bahwa tidak semua pemudik akan kembali pada waktu yang bersamaan. Sebagian masyarakat diperkirakan akan memperpanjang masa tinggal mereka di daerah sebelum kembali ke Jakarta, memanfaatkan sisa waktu libur untuk bersantai dan menikmati suasana kampung halaman lebih lama.

"Dan puncak arus balik nantinya adalah tanggal 24 Maret. Ini adalah H+3 dan ada sebagian karena harus membagi silaturahmi ke Jakarta, kembali lagi. Tapi sementara itu ada juga yang sampai dengan di ujung," tambah Rivan. Pernyataan ini menunjukkan pemahaman Jasa Marga tentang dinamika perjalanan masyarakat selama musim mudik Lebaran, di mana faktor-faktor seperti jadwal kerja, kegiatan silaturahmi, dan preferensi pribadi mempengaruhi waktu kembali ke kota asal.

Untuk mengelola potensi kepadatan lalu lintas yang tinggi, Jasa Marga telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi, termasuk penambahan gardu tol, pengaturan lalu lintas yang fleksibel, dan penyediaan informasi terkini kepada para pengguna jalan. Koordinasi dengan pihak kepolisian dan instansi terkait juga ditingkatkan untuk memastikan keamanan dan ketertiban selama periode mudik dan balik Lebaran.

Dari total proyeksi 3,5 juta kendaraan yang keluar dari Jakarta, pergerakan kendaraan diperkirakan akan terbagi ke beberapa arah utama. Sekitar 28% kendaraan diprediksi akan menuju arah barat melalui jalur menuju Merak. Jalur ini merupakan akses utama menuju wilayah Banten dan Sumatera, yang menjadi tujuan populer bagi para pemudik yang ingin merayakan Lebaran bersama keluarga di kampung halaman.

Sementara itu, sekitar 50% kendaraan diperkirakan akan bergerak ke arah timur melalui ruas tol menuju wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah, seperti melalui Tol Cipularang hingga Purbaleunyi. Jalur ini merupakan koridor utama yang menghubungkan Jakarta dengan kota-kota besar di Jawa Barat dan Jawa Tengah, seperti Bandung, Cirebon, Semarang, dan Solo. Tingginya persentase kendaraan yang bergerak ke arah timur menunjukkan bahwa sebagian besar pemudik berasal dari wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Adapun 20% kendaraan lainnya diperkirakan akan bergerak ke arah selatan menuju kawasan Bogor dan sekitarnya. Jalur ini melayani para pemudik yang ingin merayakan Lebaran di wilayah Bogor, Sukabumi, dan sekitarnya, yang terkenal dengan keindahan alam dan udaranya yang sejuk.