Jakarta – PT Saka Energi Indonesia (SAKA), anak perusahaan Sub Holding Gas Pertamina, memasang target ambisius untuk meningkatkan produksi migas secara signifikan di tahun 2026. Perusahaan menargetkan produksi bersih (net) sebesar 24.000 barel setara minyak per hari (BOEPD), yang mencerminkan pertumbuhan sebesar 10,4% dibandingkan capaian tahun sebelumnya. Target ini bukan sekadar angka, melainkan representasi dari strategi terintegrasi dan upaya berkelanjutan SAKA dalam mengoptimalkan aset yang ada, mengembangkan potensi sumber daya baru, dan berkontribusi pada ketahanan energi nasional.
Dalam lanskap industri migas yang dinamis dan penuh tantangan, pencapaian target produksi bukanlah perkara mudah. Dibutuhkan perencanaan yang matang, eksekusi yang disiplin, serta adaptasi terhadap perubahan kondisi pasar dan regulasi. SAKA menyadari betul hal ini, dan telah menyiapkan serangkaian strategi komprehensif untuk mencapai target yang telah ditetapkan.
Optimalisasi Lapangan dan Inovasi Teknologi: Pilar Utama Peningkatan Produksi
Strategi SAKA dalam meningkatkan produksi migas bertumpu pada beberapa pilar utama. Pertama, optimalisasi kerja lapangan. Hal ini mencakup penerapan teknologi dan metode terbaru untuk meningkatkan efisiensi operasi, mengurangi biaya produksi, dan memaksimalkan perolehan minyak dan gas dari sumur-sumur yang ada. SAKA terus berinvestasi dalam teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) dan Enhanced Gas Recovery (EGR) untuk meningkatkan laju produksi dan memperpanjang umur produktif lapangan-lapangan yang telah mature.
Kedua, pengeboran sumur produk baru. SAKA secara aktif melakukan eksplorasi dan pengeboran sumur-sumur baru untuk menemukan dan mengembangkan cadangan migas yang potensial. Proses ini melibatkan penggunaan teknologi seismik 3D dan 4D untuk memetakan struktur geologi bawah permukaan dengan akurasi tinggi, serta penggunaan teknik pengeboran modern seperti horizontal drilling dan directional drilling untuk mencapai target reservoir yang sulit dijangkau.
Ketiga, perbaikan atau workover pada sumur eksisting. Sumur-sumur yang telah berproduksi dalam jangka waktu lama seringkali mengalami penurunan produksi akibat berbagai faktor, seperti kerusakan formasi, penyumbatan pipa, atau penurunan tekanan reservoir. SAKA melakukan program workover secara berkala untuk memperbaiki kondisi sumur-sumur ini dan mengembalikan laju produksinya ke tingkat optimal.
Keempat, peningkatan reliabilitas dan efisiensi operasi. SAKA berfokus pada peningkatan keandalan peralatan dan fasilitas produksi, serta efisiensi proses operasi. Hal ini dilakukan melalui program pemeliharaan preventif yang terencana, penggunaan sistem monitoring dan kontrol yang canggih, serta pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia yang berkelanjutan.
Sukses Pengeboran UPA-17ST: Bukti Keberhasilan Strategi SAKA
Salah satu bukti nyata keberhasilan strategi SAKA adalah keberhasilan pengeboran sumur pengembangan UPA-17ST di wilayah kerja (WK) Pangkah pada akhir tahun 2025. Sumur ini berhasil beroperasi dengan hasil yang signifikan, yaitu sekitar 2.430 barel minyak per hari (BOPD) dan 2,3 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD). Keberhasilan ini menunjukkan kemampuan SAKA dalam mengidentifikasi potensi sumber daya migas yang prospektif, serta mengeksekusi proyek pengeboran dengan efisien dan efektif.