KABARNUSANTARA.ID - Ibu Kota Nusantara (IKN) dirancang dengan keistimewaan infrastruktur yang membedakannya dari wilayah lain di Indonesia. Salah satu aspek paling menonjol adalah ketiadaan kabel yang berseliweran serta minimnya lubang galian di permukaan jalan kawasan tersebut.

Keunggulan estetika dan fungsional ini terwujud berkat pemanfaatan jaringan infrastruktur terpadu di bawah permukaan tanah, yang dikenal sebagai Multi Utility Tunnel (MUT). Seluruh jaringan utilitas vital dialirkan melalui jalur bawah tanah ini.

MUT berfungsi sebagai koridor saluran terpadu yang menampung berbagai jaringan penting, mencakup kabel listrik, jaringan fiber optik (FO), pipa air bersih, hingga saluran gas. Konsep ini memastikan utilitas tidak terlihat dan mengganggu pandangan.

Dengan menempatkan semua jaringan di dalam terowongan, proses pemeliharaan dan perbaikan utilitas menjadi jauh lebih efisien. Teknisi dapat mengakses jaringan tanpa perlu melakukan penggalian di permukaan jalan yang kerap menimbulkan kemacetan lalu lintas.

Konsep MUT sangat mendukung visi IKN sebagai kota pintar (smart city) yang mengedepankan modernitas, kerapian, dan keberlanjutan lingkungan. Hal ini secara efektif menghilangkan citra kota dengan kabel-kabel menjuntai atau kerusakan jalan akibat intervensi konstruksi.

Infrastruktur terowongan ini membagi saluran utilitas ke dalam kompartemen-kompartemen spesifik untuk memudahkan penanganan. Penerapan MUT menandai terobosan signifikan dalam infrastruktur perkotaan Indonesia.

Pekerjaan konstruksi MUT saat ini terus digenjot, khususnya di area Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). PT Wijaya Karya (Persero) Tbk bertanggung jawab atas pembangunan infrastruktur vital ini.

Lingkup pekerjaan WIKA mencakup pembangunan jalan sepanjang kurang lebih 10,964 kilometer, konstruksi MUT itu sendiri, pembangunan perkerasan jalan enam lajur, serta pembangunan jembatan pendukung. Infrastruktur ini dirancang untuk mendukung distribusi logistik pemerintahan dan mobilitas yang lancar.

Infrastruktur terpadu tersebut tidak hanya memperkuat konektivitas zona inti pemerintahan, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang dalam percepatan pergerakan personel dan logistik pertahanan dan keamanan. Selain itu, ini juga menjadi penopang aktivitas ekonomi di sekitar zona pembangunan.