Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkap isi pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto di kediaman Prabowo di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Senin malam, 9 Maret 2026. Pertemuan tersebut, yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan namun tetap fokus pada isu-isu strategis, membahas berbagai tantangan dan peluang di sektor energi dan pangan, khususnya dalam menghadapi dinamika geopolitik global dan persiapan menyambut Hari Raya Idulfitri.

Fokus utama dalam pertemuan tersebut adalah mencari solusi komprehensif untuk merespons fluktuasi harga minyak mentah dunia. Bahlil menjelaskan bahwa gejolak geopolitik global saat ini memiliki dampak signifikan terhadap harga energi, yang pada gilirannya dapat memengaruhi stabilitas ekonomi nasional. Pemerintah, kata Bahlil, berupaya merumuskan langkah-langkah terukur dan strategis untuk memitigasi dampak negatif tersebut dan memastikan ketersediaan energi yang terjangkau bagi masyarakat dan industri.

"Ya, kita mencoba untuk mencari berbagai langkah-langkah terukur dalam menyikapi dinamika geopolitik yang berdampak pada kenaikan harga minyak mentah dunia," tegas Bahlil saat memberikan keterangan di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, pada Selasa, 10 Maret 2026.

Lebih lanjut, Bahlil menjelaskan bahwa strategi yang dibahas mencakup diversifikasi sumber energi, peningkatan efisiensi energi, dan optimalisasi produksi minyak dan gas bumi dalam negeri. Pemerintah juga mempertimbangkan untuk memperkuat kerja sama dengan negara-negara produsen minyak lainnya guna menjaga stabilitas pasokan dan harga. Selain itu, pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) juga menjadi prioritas utama dalam upaya mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan menciptakan sistem energi yang lebih berkelanjutan.

Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Bahlil juga menyoroti pentingnya menjaga ketersediaan dan stabilitas harga bahan pangan dan LPG menjelang Idulfitri. Pemerintah menyadari bahwa permintaan akan bahan-bahan pokok cenderung meningkat menjelang hari raya, dan oleh karena itu, langkah-langkah antisipasi perlu diambil untuk mencegah terjadinya kelangkaan dan lonjakan harga yang dapat memberatkan masyarakat.

"Dalam pertemuan tersebut juga dibahas kesiapan pasokan bahan pangan dan LPG menjelang Idulfitri agar tetap terjaga dengan baik memenuhi kebutuhan masyarakat," tulis Bahlil di akun Instagramnya.

Untuk memastikan kelancaran pasokan, pemerintah akan meningkatkan koordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk Bulog, Pertamina, dan distributor swasta. Selain itu, pengawasan terhadap distribusi dan harga juga akan diperketat untuk mencegah praktik penimbunan dan spekulasi yang merugikan konsumen. Pemerintah juga akan memanfaatkan teknologi untuk memantau ketersediaan dan harga bahan pangan secara real-time dan mengambil tindakan cepat jika terjadi gangguan.

Selain isu energi dan pangan, pertemuan di Hambalang juga membahas program pengembangan swasembada pangan yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo. Pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan produksi pangan dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada impor.

"Membahas sejumlah agenda strategis pemerintah, termasuk perkembangan program swasembada pangan dan energi," ungkap Bahlil.