Menjelang Ramadhan, umat Islam di seluruh penjuru negeri tentu telah bersiap menyambut bulan penuh berkah ini. Salah satu informasi krusial yang perlu diketahui adalah jadwal waktu berbuka puasa. Perbedaan waktu ini terjadi karena letak geografis dan pergerakan matahari yang bervariasi di setiap daerah. Oleh karena itu, umat Muslim diwajibkan untuk memahami dan mengetahui secara pasti jadwal berbuka puasa di wilayah tempat tinggal mereka.
Berdasarkan informasi resmi yang dirilis oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, pada hari Rabu, 4 Maret 2026, umat Islam di Pontianak akan mengakhiri puasa mereka pada pukul 18:01 WIB. Waktu ini bertepatan dengan kumandangnya azan Magrib, menandakan berakhirnya kewajiban menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal lain yang membatalkan puasa. Tak lama setelah itu, azan Isya akan berkumandang pada pukul 19:09 WIB, yang menjadi penanda masuknya waktu salat Isya sekaligus salat Tarawih.
Sumber informasi terpercaya ini dapat diakses melalui laman resmi Bimas Islam Kemenag di https://bimasislam.kemenag.go.id/jadwalshalat. Laman ini menyediakan jadwal salat harian yang akurat selama bulan Ramadhan, mencakup berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Pontianak.
Meneladani Sunnah: Adab Berbuka Puasa yang Dianjurkan
Setelah seharian penuh menahan lapar, haus, dan hawa nafsu, momen berbuka puasa adalah saat yang paling dinanti oleh setiap Muslim. Keutamaan dan keberkahan melimpah menyertai waktu berbuka, salah satunya adalah kesempatan untuk berdoa yang dikabulkan. Dalam ajaran Islam, terdapat beberapa adab atau tata cara yang dianjurkan untuk diamalkan saat berbuka puasa, sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad SAW. Informasi ini dilansir dari laman BAZNAS.
Pertama, menyegerakan berbuka. Rasulullah SAW bersabda bahwa umatnya senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan waktu berbuka. Begitu azan Magrib berkumandang, dianjurkan untuk segera membatalkan puasa dengan mengonsumsi makanan atau minuman.
Kedua, membaca basmalah dan berdoa. Sebelum memulai makan dan minum, hendaknya dilafalkan bacaan basmalah. Setelah itu, dianjurkan untuk membaca doa berbuka puasa. Terdapat beberapa lafaz doa yang bisa diamalkan, di antaranya: "Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘uruu’u wa tsabatal ajru insya Allah" (Rasa haus telah hilang, urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan, insya Allah). Doa populer lainnya yang sering dilafalkan adalah: "Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa ‘ala rizqika afthartu birahmatika yaa arhamar-roohimiina" (Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa), dengan rahmat-Mu Ya Allah Tuhan Maha Pengasih).
Ketiga, berbuka dengan kurma atau air. Jika tersedia, disunnahkan untuk berbuka puasa dengan kurma basah (ruthab). Jika tidak ada, bisa diganti dengan kurma kering (tamr), atau cukup dengan seteguk air putih.
Keempat, mendahulukan salat Magrib. Salat Magrib adalah ibadah wajib, sama seperti puasa Ramadhan. Oleh karena itu, setelah membatalkan puasa dengan sedikit makanan atau minuman, hendaknya segera menunaikan salat Magrib. Setelah itu, barulah dilanjutkan dengan menikmati hidangan berbuka yang lebih mengenyangkan.