Jakarta – Suasana Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun 2026 ini, menunjukkan denyut kehidupan yang khas. Tradisi berbelanja kebutuhan Lebaran tampaknya masih kuat mengakar di masyarakat, terbukti dengan ramainya pengunjung yang memadati area pasar, khususnya di zona yang menjual aneka kue kering. Keramaian ini menjadi pemandangan tahunan yang seolah tak terhindarkan, menandakan persiapan masyarakat menyambut hari kemenangan.
Berdasarkan pantauan detikcom pada hari Selasa, 10 Maret 2026, kepadatan mulai terasa begitu memasuki area basement pasar, terutama melalui pintu masuk yang berdekatan dengan parkiran motor di bagian belakang bangunan. Di sinilah, pusat konsentrasi toko-toko kue kering berada, menawarkan berbagai macam pilihan yang menggugah selera.
Berbagai jenis kue kering, mulai dari nastar dengan isian selai nanas yang manis, kastengel dengan cita rasa keju yang gurih, putri salju yang lembut dan bertabur gula halus, hingga lidah kucing yang renyah dan tipis, tertata rapi dan menarik perhatian di etalase setiap kios. Aroma mentega dan kue yang dipanggang seolah menyambut setiap pengunjung yang datang, menciptakan suasana khas Lebaran yang begitu kental.
Para pembeli, yang didominasi oleh ibu-ibu, tampak berdesakan di depan toko-toko kue. Mereka dengan cermat memilih dan memborong berbagai jenis kue kering untuk disajikan kepada keluarga dan tamu saat Lebaran tiba. Saking ramainya, selasar depan toko kue kering yang seharusnya berfungsi sebagai akses jalan, sampai tertutup rapat oleh lautan manusia. Para pembeli ini seolah tak menghiraukan desakan dan panasnya suasana, demi mendapatkan kue kering terbaik untuk merayakan hari raya.
Kepadatan ini memaksa tim detikcom untuk berputar beberapa kali mencari celah agar bisa mengamati suasana keramaian dengan lebih dekat. Di tengah hiruk pikuk, terlihat pula sejumlah pengunjung lain yang tampak mengamati kondisi toko-toko kue dari kejauhan, menunggu kesempatan untuk menerobos masuk ke dalam antrean. Begitu ada celah atau sejumlah orang keluar dari keramaian usai membeli kue, mereka langsung bergerak cepat, mengisi kekosongan dan membuat antrean tak kunjung berkurang.
Fenomena ini menunjukkan betapa kuatnya tradisi menyajikan kue kering saat Lebaran di Indonesia. Kue kering bukan hanya sekadar makanan, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan, keramahan, dan kegembiraan dalam menyambut hari raya. Kehadiran kue kering di meja tamu seolah menjadi penanda bahwa Lebaran telah tiba, dan siap menyambut sanak saudara serta handai taulan untuk bersilaturahmi.
Selain toko kue kering, toko-toko lain yang berada di dekat area tersebut juga ikut merasakan dampak positif dari keramaian ini. Toko-toko yang menjual cemilan, toples, dan bahan baku kue juga kebanjiran pembeli. Hal ini menunjukkan bahwa persiapan Lebaran tidak hanya terbatas pada pembelian kue kering, tetapi juga meliputi berbagai kebutuhan lain yang menunjang perayaan tersebut.
Salah seorang pelanggan yang berhasil menerobos keluar dari keramaian usai berbelanja, mengungkapkan pengalamannya. "Iya, ramai banget ini, tadi hampir dua jam saya ngantre baru dapat. Ini saya beli nastar, kacang-kacangan, kue-kue yang keju," ujarnya dengan nada lega. Ia menambahkan bahwa setiap tahun dirinya selalu berbelanja kue Lebaran di Pasar Jatinegara. "Setiap tahun saya ke sini. Iya setiap tahun ramai kaya begini, makanya sudah dari pagi saya ke sini," tuturnya lagi, menandakan bahwa keramaian ini adalah pemandangan yang sudah sangat familiar baginya.
Namun, kondisi ini sedikit kontras dengan area lain di kawasan pasar legendaris itu yang masih tergolong sepi, meskipun cukup sering dilintasi para pengunjung. Hal ini menunjukkan bahwa fokus utama para pengunjung saat ini adalah area penjualan kue kering, sementara area lain kurang mendapatkan perhatian. Perbedaan ini semakin menyoroti betapa pentingnya kue kering dalam tradisi Lebaran di Indonesia.