Jakarta – PT Jasa Marga (Persero) Tbk kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran dengan mengumumkan pemberian diskon tarif tol sebesar 30%. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi solusi efektif dalam mengurai kepadatan lalu lintas yang kerap terjadi selama periode mudik, sekaligus memberikan stimulus ekonomi bagi masyarakat. Diskon tarif tol ini akan diberlakukan selama empat hari strategis, yaitu dua hari sebelum puncak arus mudik dan dua hari setelah puncak arus balik Idulfitri 2026.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menjelaskan bahwa kebijakan diskon ini merupakan bagian dari program yang diinisiasi pemerintah dengan tujuan ganda. Selain meringankan beban finansial masyarakat yang melakukan perjalanan mudik, diskon ini juga diharapkan dapat mendorong distribusi kendaraan secara lebih merata di jalan tol. Dengan demikian, penumpukan kendaraan pada hari-hari puncak arus mudik dan balik dapat diminimalisir, sehingga perjalanan menjadi lebih nyaman dan efisien.
"Kami melihat ini sebagai sebuah sinergi yang baik antara kepentingan korporasi dan kebutuhan masyarakat," ujar Rivan dalam konferensi pers yang diadakan di JMTC Jatiasih Bekasi, Selasa (10/3/2026). "Tentu saja, sebagai perusahaan, kami mempertimbangkan aspek finansial dalam setiap keputusan yang diambil. Namun, kami juga menyadari pentingnya memberikan kontribusi positif kepada masyarakat, terutama dalam momen penting seperti Lebaran."
Periode pemberlakuan diskon tarif tol untuk arus mudik akan dimulai pada tanggal 15-16 Maret 2026. Pemilihan tanggal ini didasarkan pada proyeksi puncak arus mudik yang diperkirakan akan terjadi pada tanggal 18 Maret. Dengan memberikan diskon beberapa hari sebelumnya, Jasa Marga berharap masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk berangkat lebih awal, sehingga mengurangi kepadatan pada hari puncak.
Lebih lanjut, Rivan menjelaskan bahwa penentuan tanggal diskon juga mempertimbangkan faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi pola perjalanan masyarakat. Salah satunya adalah kebijakan work from anywhere (WFA) yang memungkinkan sebagian masyarakat untuk bekerja dari lokasi yang berbeda. Selain itu, Hari Raya Nyepi yang jatuh pada tanggal 19 Maret juga berpotensi memengaruhi waktu keberangkatan dan kepulangan pemudik.
"Kami melihat adanya potensi pergeseran pola perjalanan masyarakat dengan adanya WFA dan Hari Raya Nyepi," kata Rivan. "Oleh karena itu, kami memutuskan untuk memberikan diskon pada tanggal 15-16 Maret, dengan harapan masyarakat dapat memanfaatkan waktu tersebut untuk menghindari penumpukan pada tanggal 17 atau 18 Maret."
Sementara itu, untuk arus balik Lebaran, diskon tarif tol akan diberlakukan pada tanggal 26-27 Maret 2026. Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong para pemudik untuk kembali ke kota asal lebih awal, sehingga tidak terjadi lonjakan kendaraan pada akhir pekan setelah Lebaran. Dengan demikian, arus balik dapat terdistribusi secara lebih merata, dan kemacetan dapat diminimalisir.
"Kami tidak ingin terjadi penumpukan kendaraan pada hari Sabtu dan Minggu setelah Lebaran," jelas Rivan. "Oleh karena itu, kami menarik periode diskon ke tanggal 26-27 Maret, dengan harapan masyarakat dapat menikmati diskon tersebut sekaligus membantu mendistribusikan kendaraan secara lebih merata."
Meskipun memberikan diskon tarif tol, Rivan menegaskan bahwa Jasa Marga tetap memperhatikan aspek korporasi dan memastikan bahwa kebijakan ini tidak akan mengganggu kinerja perusahaan. Ia meyakinkan bahwa perhitungan yang cermat telah dilakukan untuk memastikan bahwa diskon ini tetap memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa mengorbankan stabilitas finansial perusahaan.