KABARNUSANTARA.ID - Pagi hari di Kota Kembang pada Jumat, 20 Maret 2026, menyajikan pemandangan yang sangat kontras dari rutinitas biasanya. Pada pukul 07.30 WIB, energi kota terasa menurun drastis, menandakan perubahan signifikan dalam mobilitas warga.
Deru kendaraan bermotor yang biasanya menjadi musik latar kota seolah menghilang sepenuhnya dari jalanan utama hari itu. Keheningan ini menggantikan hiruk pikuk yang lazim mendominasi infrastruktur Kota Bandung setiap paginya.
Kondisi ini merupakan dampak langsung dari gelombang arus mudik yang telah berlangsung beberapa waktu sebelumnya. Banyak penduduk lokal yang memilih meninggalkan kota untuk merayakan hari raya di kampung halaman mereka.
Beberapa ruas jalan protokol yang dikenal selalu padat kini terlihat lengang dan mengalirkan lalu lintas dengan lancar. Hal ini memberikan nuansa baru bagi warga yang masih beraktivitas di pusat kota.
Salah satu titik yang mengalami perubahan drastis adalah kawasan Simpang Lima Bandung. Biasanya lokasi ini dikenal dengan kemacetan yang tak terhindarkan pada jam sibuk pagi hari.
Namun, pada pagi itu, kendaraan dapat melintas tanpa perlu bersaing atau berebut ruang di jalanan Simpang Lima. Situasi ini sangat tidak biasa jika dibandingkan dengan pemandangan rutin di lokasi tersebut.
"Deru kendaraan yang biasanya memenuhi jalanan seolah menghilang, berganti dengan suasana lengang yang jarang ditemui di Kota Kembang," menggambarkan suasana yang terjadi pada pagi itu.
"Di kawasan Simpang Lima Bandung, kendaraan melintas tanpa harus saling berebut ruang," adalah deskripsi yang menguatkan observasi mengenai minimnya kepadatan lalu lintas di titik vital tersebut.
"Padahal, setiap pagi di lokasi ini, kepadatan lalu lintas selalu menjadi pemandangan rutin," menegaskan betapa luar biasanya penurunan volume kendaraan yang terjadi pagi itu.