Jakarta – Menjelang bulan suci Ramadan, Perum Bulog bersama Tim Satgas Pangan bergerak cepat untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan stok pangan di tengah masyarakat. Sidak mendadak dilakukan di dua pasar tradisional besar di Jakarta, yaitu Pasar Minggu di Jakarta Selatan dan Pasar Jatinegara di Jakarta Timur. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap indikasi kenaikan harga beberapa komoditas pokok yang kerap terjadi menjelang bulan puasa dan hari raya Idul Fitri.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, memimpin langsung kegiatan sidak tersebut. Dalam kunjungannya, Rizal berinteraksi langsung dengan para pedagang, mendengarkan keluh kesah mereka, serta memberikan imbauan agar tidak memanfaatkan momen Ramadan untuk mendongkrak harga secara tidak wajar. Rizal menekankan pentingnya menjaga harga pangan tetap terjangkau bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang berpenghasilan rendah.

"Tujuan utama kami adalah memastikan masyarakat bisa membeli kebutuhan pangan dengan harga yang wajar, terutama di bulan Ramadan ini," ujar Rizal saat berdialog dengan seorang pedagang sayur di Pasar Minggu. "Kami memahami bahwa pedagang juga perlu mendapatkan keuntungan, tetapi keuntungan tersebut harus terkendali dan tidak memberatkan konsumen."

Rizal juga mengingatkan para pedagang untuk tidak tergoda memanfaatkan momen Ramadan sebagai kesempatan untuk meraup keuntungan berlipat ganda. Ia menegaskan bahwa praktik seperti itu tidak hanya merugikan masyarakat, tetapi juga dapat merusak citra pedagang itu sendiri. "Jangan memanfaatkan momen menjelang hari besar untuk menaikkan harga secara tidak wajar. Dampaknya tidak akan baik bagi siapa pun," tegasnya.

Dalam sidak tersebut, tim Bulog menemukan adanya kenaikan harga pada beberapa komoditas, terutama cabai dan daging sapi. Harga daging sapi terpantau berada di kisaran Rp 140.000 hingga Rp 150.000 per kilogram di kedua pasar tersebut. Sementara itu, harga cabai keriting mengalami kenaikan dari Rp 50.000 menjadi Rp 60.000 per kilogram, dan cabai rawit merah melonjak signifikan dari di bawah Rp 100.000 menjadi Rp 140.000 per kilogram.

Kenaikan harga daging sapi ini dikeluhkan oleh para pedagang, yang mengaku bahwa penjualan mereka justru menurun akibat harga yang terlalu tinggi. Salah seorang pedagang daging di Pasar Minggu mengungkapkan bahwa hampir semua pedagang daging sapi di pasar tersebut terpaksa menaikkan harga karena harga kulakan yang juga sudah tinggi.

Menanggapi keluhan tersebut, Rizal mengingatkan para pedagang untuk tidak lagi menaikkan harga dan menjual daging sapi dengan harga yang wajar. "Jangan naik-naik lagi harganya, kasihan pembeli. Pembeli juga ingin mendapatkan harga yang lebih murah. Jadi, tolong jual dengan harga yang standar saja," imbaunya.

Sementara itu, kenaikan harga cabai, terutama cabai rawit merah, menjadi perhatian khusus bagi Bulog. Rizal menjelaskan bahwa kenaikan harga ini disebabkan oleh faktor cuaca ekstrem yang mengganggu distribusi cabai dari petani hingga ke pasar. "Cabai memang mengalami kenaikan harga karena musim penghujan. Biasanya harga cabai hanya Rp 50.000 per kilogram, tetapi sekarang naik menjadi Rp 60.000. Ini wajar karena dalam satu minggu terakhir ini hujan terus-menerus, sehingga para distributor cabai kesulitan menyiapkan pasokan," jelasnya saat berada di Pasar Jatinegara.

Untuk mengatasi masalah kenaikan harga cabai ini, Bulog berjanji akan berkoordinasi dengan asosiasi petani cabai dan pengusaha cabai untuk mencari solusi terbaik. Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah dengan memastikan kelancaran distribusi cabai dari daerah penghasil ke pasar-pasar di Jakarta. Bulog juga akan berupaya menstabilkan harga cabai dengan melakukan operasi pasar jika diperlukan.