Jakarta – Suasana Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, pada Senin (9/3/2026) tampak lebih ramai dari biasanya. Bukan karena hari libur, melainkan karena aroma Lebaran sudah mulai tercium. Para pembeli berbondong-bondong datang untuk berburu kue-kue kering khas Lebaran, jauh-jauh hari sebelum hari raya tiba.

Pantauan di lokasi menunjukkan, lapak-lapak pedagang kue kering dipenuhi oleh pembeli yang datang dari berbagai wilayah Jakarta dan sekitarnya. Aneka jenis kue kering seperti nastar, kastengel, putri salju, lidah kucing, dan sagu keju, tersusun rapi dalam toples-toples kaca, memikat mata dan membangkitkan selera.

Strategi Belanja Lebih Awal

Salah seorang pembeli, Ibu Rina, mengaku sengaja datang lebih awal untuk membeli kue Lebaran. "Setiap tahun saya memang selalu beli kue Lebaran di sini. Selain harganya lebih murah, pilihannya juga lebih banyak. Kalau belinya mepet Lebaran, biasanya sudah ramai sekali, antrenya panjang, dan pilihan kuenya juga sudah tidak selengkap ini," ujarnya sambil memilih-milih kue nastar.

Alasan serupa juga diungkapkan oleh Bapak Budi, pembeli lainnya. "Saya menghindari antrean panjang dan keramaian. Belanja lebih awal juga membuat saya lebih nyaman memilih kue yang benar-benar saya suka. Lagipula, kue kering kan tahan lama, jadi tidak masalah kalau dibeli dari sekarang," katanya.

Berkah Lebaran bagi Pedagang

Ramainya pembeli kue Lebaran di Pasar Jatinegara tentu menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang. Salah seorang pedagang, Bapak Ahmad, mengatakan bahwa penjualan kue keringnya sudah mulai meningkat sejak dua pekan terakhir. "Alhamdulillah, omzetnya naik lumayan. Yang paling banyak dicari itu nastar, lidah kucing, dan putri salju. Tapi, kue-kue kering lainnya juga tetap ada yang beli," tuturnya.

Bapak Ahmad juga menambahkan, harga kue kering di Pasar Jatinegara bervariasi, tergantung jenis dan kualitasnya. "Harganya mulai dari Rp 150 ribu per kilogram. Ada juga yang lebih mahal, tergantung bahan-bahannya dan mereknya," jelasnya.

Para pedagang juga mulai menerapkan transaksi non-tunai atau cashless untuk memberikan kemudahan bagi para pembeli. Hal ini sejalan dengan perkembangan teknologi dan preferensi konsumen yang semakin modern.