Jakarta – PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI), perusahaan perawatan pesawat terkemuka milik negara (BUMN), telah mengambil langkah proaktif untuk memastikan kesiapan armada Garuda Indonesia dan Citilink dalam menyambut lonjakan penumpang selama periode mudik Lebaran yang diperkirakan akan berlangsung dari 10 Maret hingga 2 April 2026. Dengan komitmen kuat terhadap keselamatan dan kenyamanan penumpang, GMFI mengumumkan bahwa sebanyak 96 pesawat dari kedua maskapai tersebut telah siap beroperasi, termasuk 18 pesawat yang telah berhasil direaktivasi oleh tim ahli GMFI.

Kesiapan armada ini merupakan bagian integral dari upaya berkelanjutan GMFI untuk mendukung kelancaran dan keamanan perjalanan udara selama musim puncak Lebaran, di mana jutaan orang melakukan perjalanan untuk merayakan hari raya bersama keluarga dan kerabat. GMFI memahami betul pentingnya memastikan setiap pesawat beroperasi dalam kondisi prima, dan telah menginvestasikan sumber daya yang signifikan untuk mencapai tujuan ini.

Menurut proyeksi, Garuda Indonesia dan Citilink akan melayani sekitar 11.147 penerbangan selama periode sibuk ini. Jumlah penerbangan yang signifikan ini menyoroti peran penting yang dimainkan oleh GMFI dalam menjaga kelancaran operasional kedua maskapai tersebut. Tanpa dukungan perawatan yang komprehensif dan tepat waktu dari GMFI, Garuda Indonesia dan Citilink akan kesulitan untuk memenuhi permintaan perjalanan yang tinggi selama musim Lebaran.

Direktur Utama GMFI, Andi Fahrurrozi, menekankan bahwa kesiapan sumber daya manusia (SDM) merupakan faktor krusial dalam menjamin serviceability pesawat selama periode Idulfitri. Untuk memastikan hal ini, GMFI telah mengerahkan lebih dari 1.000 personel yang sangat terlatih dan berpengalaman di 43 titik line maintenance stations yang tersebar di seluruh Indonesia. Penempatan strategis personel ini memungkinkan GMFI untuk memberikan respons cepat terhadap kebutuhan perawatan pesawat di berbagai lokasi, meminimalkan waktu henti, dan memastikan bahwa pesawat dapat kembali beroperasi secepat mungkin.

"Kami memastikan kesiapan manpower, tools, material, serta fasilitas perawatan di berbagai lokasi strategis," ujar Andi Fahrurrozi dalam keterangan tertulisnya. "Kami juga menyiapkan panduan kerja khusus selama peak season dan memperkuat safety awareness bagi seluruh personel agar setiap proses perawatan berjalan aman dan optimal."

Komitmen GMFI terhadap keselamatan tercermin dalam pendekatan proaktifnya terhadap perawatan pesawat. Perusahaan tidak hanya fokus pada perbaikan dan pemeliharaan rutin, tetapi juga berinvestasi dalam pelatihan dan pengembangan personel untuk memastikan bahwa mereka memiliki keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk menangani berbagai tantangan perawatan. Selain itu, GMFI secara konsisten memperbarui peralatan dan fasilitasnya untuk memenuhi standar industri tertinggi.

Andi Fahrurrozi menjelaskan bahwa penguatan dukungan difokuskan pada sejumlah bandara utama, termasuk Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) yang merupakan hub utama bagi Garuda Indonesia dan Citilink. Selain itu, bandara-bandara dengan frekuensi penerbangan tinggi lainnya, seperti Kualanamu (KNO) di Medan, Surabaya (SUB), Denpasar (DPS) di Bali, dan Makassar (UPG), juga menjadi fokus utama GMFI. Dengan menempatkan tim line maintenance, peralatan, material, dan suku cadang di bandara-bandara strategis ini, GMFI dapat mempercepat penanganan pesawat dan meminimalkan potensi keterlambatan penerbangan.

Langkah ini sangat penting karena keterlambatan penerbangan dapat menyebabkan efek domino, mengganggu jadwal penerbangan lainnya dan menyebabkan ketidaknyamanan bagi penumpang. Dengan memiliki tim dan sumber daya di tempat, GMFI dapat merespons dengan cepat masalah apa pun yang mungkin timbul dan memastikan bahwa pesawat dapat kembali beroperasi secepat mungkin.

GMFI juga menyiagakan tim quick response yang siap menangani potensi keterlambatan penerbangan atau delay yang disebabkan oleh faktor teknis maupun gangguan operasional. Tim ini dilengkapi dengan peralatan dan keahlian khusus untuk mendiagnosis dan memperbaiki masalah dengan cepat dan efisien. Keberadaan tim quick response ini memberikan lapisan perlindungan tambahan bagi penumpang, memastikan bahwa mereka dapat mencapai tujuan mereka tepat waktu.