PT Wijaya Karya Industri Konstruksi (WIKAIKON) telah mencapai tonggak penting dalam pembangunan Jalan Tol Ancol Timur – Pluit (Elevated) Harbour Road II dengan sukses menyelesaikan pemasangan Steel Box Girder di Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Pencapaian ini menandai kemajuan signifikan dalam proyek infrastruktur krusial yang ditujukan untuk memperkuat konektivitas wilayah pelabuhan dan pusat-pusat kegiatan ekonomi vital di kawasan Jakarta Utara.
Dalam fase awal proyek ini, WIKAIKON fokus pada pemasangan Steel Box Girder di segmen P17 – P18, membentang sepanjang 70 meter dan terdiri dari dua line girder. Girder yang dicat dengan warna merah mencolok ini berfungsi sebagai elemen struktural utama pada segmen jalur utara proyek tol.
Setiap line girder memiliki bobot sekitar 190 ton dan dirakit dari 7 segmen individual. Dengan demikian, total berat struktur yang terpasang pada bentang ini mencapai sekitar 380 ton. Proses pemasangan dilakukan dengan cermat menggunakan Launcher Gantry berkapasitas 300 ton. Metode peluncuran yang terencana dengan baik dan tingkat presisi yang tinggi memastikan bahwa pekerjaan dapat diselesaikan dengan aman dan sesuai jadwal, meskipun kondisi cuaca seringkali berubah-ubah.
Direktur Utama WIKAIKON, Tri Prabowo, menyampaikan kebanggaannya atas keberhasilan ini, yang menurutnya mencerminkan kapabilitas engineering yang mumpuni serta kesiapan teknologi yang dimiliki oleh perusahaan dalam menangani proyek-proyek struktur baja berskala besar dan kompleks.
"Keberhasilan pemasangan Steel Box Girder ini adalah bukti nyata kompetensi WIKAIKON dalam menghadirkan solusi konstruksi baja yang presisi, aman, dan tepat waktu. Dengan dukungan perencanaan teknis yang matang dan kerjasama tim yang solid di lapangan, kami berkomitmen untuk memberikan kontribusi terbaik dalam pembangunan infrastruktur nasional," ungkap Tri Prabowo dalam pernyataan tertulisnya.
Selain pada bentang utama tersebut, WIKAIKON juga bertanggung jawab atas pemasangan Steel Box Girder pada segmen Raf 10 – Raf 11, dengan panjang sekitar 60 meter dan terdiri dari tiga line girder. Masing-masing line girder memiliki bobot sekitar 110 ton dan tersusun dari 5 segmen, sehingga total berat struktur yang terpasang pada segmen ini mencapai sekitar 330 ton.
Pekerjaan pemasangan pada segmen Raf 10 – Raf 11 menghadirkan tantangan yang lebih besar karena lokasinya yang melintang di atas jalur rel kereta api aktif yang menghubungkan Ancol dan Tanjung Priok. Untuk menjamin keselamatan pekerjaan dan kelancaran operasional kereta api, proses pengangkatan girder dilakukan dengan menggunakan dua crawler crane berkapasitas besar, yaitu 500 ton superlift dan 320 ton.
Sebagai langkah pencegahan tambahan, WIKAIKON juga menugaskan tim khusus yang disebut train watcher. Tim ini bertugas untuk memantau pergerakan kereta api secara real-time dan memberikan peringatan dini kepada tim di lapangan jika ada potensi bahaya. Koordinasi yang ketat dengan pihak terkait juga dilakukan untuk meminimalkan gangguan terhadap jadwal perjalanan kereta api.
Dalam setiap tahapan pekerjaan, WIKAIKON menerapkan analisis Construction Engineering Services (CES) yang komprehensif. Analisis ini bertujuan untuk mengevaluasi urutan instalasi yang paling optimal dan memprediksi perilaku struktur selama proses pemasangan. Dengan demikian, stabilitas struktur dapat dipastikan terjaga, potensi uplift dapat dicegah, dan seluruh proses pemasangan dapat dipastikan sesuai dengan desain dan standar keselamatan yang berlaku.