KABARNUSANTARA.ID - Memasuki fase akhir libur panjang Idulfitri, pergerakan kendaraan dari arah timur menuju barat Jawa Barat diprediksi mencapai puncaknya besok. Otoritas kepolisian telah menyiapkan langkah antisipatif menyambut volume kendaraan yang sangat tinggi.

Polda Jawa Barat secara resmi telah menyampaikan proyeksi waktu krusial tersebut kepada publik dan pemangku kepentingan terkait. Hal ini bertujuan agar semua pihak bisa melakukan persiapan logistik dan pengamanan lebih optimal.

Menurut prediksi yang dikeluarkan, tanggal 24 Maret 2026 akan menjadi momen paling padat dalam rangkaian arus balik Lebaran tahun ini. Data historis dan pola pergerakan masyarakat menjadi dasar utama dalam menetapkan proyeksi ini.

Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat (Kapolda Jabar) turut memberikan penekanan khusus mengenai pentingnya manajemen waktu perjalanan para pemudik. Pengaturan jadwal keberangkatan dinilai esensial untuk menghindari kemacetan ekstrem.

"Masyarakat diimbau untuk mengatur waktu perjalanan sebaik mungkin agar tidak terjebak dalam kepadatan lalu lintas yang diprediksikan mencapai titik tertinggi," ujar Kapolda Jabar.

Selain manajemen waktu, Kapolda Jabar juga menekankan bahwa aspek keselamatan harus menjadi pertimbangan nomor satu bagi setiap pengendara. Keselamatan jiwa jauh lebih berharga daripada ketepatan waktu tiba di tujuan akhir.

"Utamakan keselamatan dalam setiap perjalanan kembali ke kota asal masing-masing," tambah Kapolda Jabar.

Fokus utama Polda Jabar saat ini adalah memastikan kelancaran arus lalu lintas di jalur-jalur utama penghubung antar wilayah. Mereka telah mengerahkan personel tambahan untuk mengurai potensi hambatan.

Pengawasan ketat juga akan dilakukan di titik-titik rawan kecelakaan, terutama di jalur arteri dan jalan tol yang diprediksi mengalami peningkatan volume kendaraan secara drastis. Hal ini dilakukan demi meminimalisir risiko fatalitas.