KABARNUSANTARA.ID - Sebuah peristiwa gempa bumi dengan kekuatan Magnitudo 4,2 mengguncang wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kejadian ini berlangsung pada Minggu dini hari, memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat setempat.

Getaran yang ditimbulkan oleh gempa tersebut dilaporkan cukup kuat dan dirasakan oleh banyak warga saat mereka tengah beristirahat. Dampak signifikan mulai terlihat pada pagi harinya setelah getaran mereda.

Berdasarkan informasi awal, guncangan ini menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan rumah milik warga di area tersebut. Bahkan, tercatat ada satu unit rumah yang dilaporkan mengalami keruntuhan total.

Gempa tercatat terjadi pada waktu yang spesifik, yaitu sekitar pukul 00.36 WIB dini hari. Waktu kejadian yang larut malam ini menambah elemen kejutan bagi penduduk yang terdampak langsung oleh getaran.

Pusat dari gempa bumi tersebut diketahui berada di wilayah daratan, bukan di lepas pantai. Faktor lokasi episentrum di darat seringkali menjadi pertimbangan dalam menganalisis potensi kerusakan permukaan tanah.

Dampak kerusakan bangunan rumah warga teridentifikasi terjadi di dua wilayah kecamatan berbeda di Kabupaten Sukabumi. Kedua kecamatan tersebut adalah Sukalarang dan Simpenan.

Kerusakan meliputi kerusakan struktural ringan hingga berat pada beberapa properti warga di dua lokasi yang disebutkan. Kondisi ini memerlukan penanganan cepat dari pihak berwenang setempat.

"Getaran yang terasa cukup kuat membuat sejumlah bangunan rusak, bahkan satu rumah warga dilaporkan ambruk," demikian disampaikan oleh pihak terkait mengenai dampak langsung dari gempa tersebut.

Informasi mengenai insiden ini dilansir dari berbagai laporan pemantauan seismik dan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.