KABARNUSANTARA.ID - Suasana khidmat menyelimuti Lapangan Rajawali, Kota Cimahi, pada Jumat (20/3/2026) pagi. Ribuan jemaah memadati area pusat kota tersebut untuk melaksanakan Salat Idulfitri 1447 Hijriah.

Di tengah lautan manusia yang tengah menata barisan salat, terselip sosok pekerja keras yang menjalankan rutinitas hariannya. Mereka adalah para pelaku ekonomi mikro yang mencari peluang di tengah keramaian ibadah.

Salah satu di antaranya adalah Ade, seorang pria berusia 64 tahun yang terlihat sigap memeluk gulungan benda berwarna cokelat. Barang dagangannya tersebut merupakan plastik yang berfungsi sebagai alas salat bagi para jemaah.

Ade sengaja datang sejak pagi hari, jauh sebelum keramaian puncak terjadi saat lapangan masih tampak lengang. Kehadirannya didasari oleh tekad untuk memastikan keberlangsungan hidup keluarganya.

Ia tampak sibuk mempersiapkan barang dagangannya, yakni benda sederhana yang sering kali terlupakan oleh jemaah namun sangat esensial saat dibutuhkan. Hal ini menunjukkan kejeliannya melihat kebutuhan mendesak.

Kesempatan sekecil apa pun dimanfaatkan oleh Ade demi memastikan roda perekonomian rumah tangganya tetap berputar. Momen Idulfitri ini menjadi ladang rezeki baginya.

"Di tengah kekhusyukan orang-orang yang hendak beribadah, pria 64 tahun itu hadir untuk meraup rezeki," demikian gambaran situasi yang terjadi di lapangan tersebut.

Ade datang sejak pagi, saat lapangan masih lengang. Ia menyiapkan barang dagangannya-benda sederhana yang kerap terlupakan, namun sangat dibutuhkan," ungkap narasi mengenai persiapan Ade sebelum salat dimulai.

Kisah Ade ini menjadi cerminan nyata bagaimana peluang ekonomi dapat muncul di sela-sela ritual keagamaan, asalkan ada kemauan keras untuk bekerja keras. Peluang sekecil apa pun ia manfaatkan demi memastikan dapurnya tetap mengebul," pungkas deskripsi tentang perjuangan Ade.