Sistem Tidak Terintegrasi Penerima BPUM Garut Berdesakan Tanpa Prokes

  • Whatsapp

GARUT, KABARNUSANTARA.ID –  Antrian warga yang mendapatkan BPUM di Kabupaten Garut, Jawa Barat, terlihat sejak pagi dini hari. Situasi pandemi dengan diperpanjangnya PPKM level 4 di Kabupaten Garut sangat menyulitkan warga masyarakat di Kabupaten Garut.

Hal tersebut dirasakan langsung oleh para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) adanya program pemerintah demi membantu pelaku umkm salahsatunya BPUM dari Kementerian Koperasi senilai 1,2 juta, terbukti membantu dalam situasi perekonomian yang semakin sulit.

Suasana antrian pencairan BPUM Garut yang abai prokes (Dok : Hari Suhud/Kabarnusantara.id)

Namun dari sistem pelayanan tersebut ada warga yang mengeluh karena proses mengurusi pencairan bantuan tersebut sangat berbelit.

Salahsatunya Yadi Setiadi pengerajin meubel asal Gunung Salam Banyuresmi Garut, dia rela datang sejak pukul 05.30 wib untuk mendapat antrian di Bank BRI Banyuresmi Jl. KH. Hasan Arief, hal tersebut ia lakukan karena tidak mau kecewa lagi seperti pada hari sebelumnya.

“Saya datang jam 07.00 wib dan kata satpam bank tersebut bahwa antrian telah habis karena hanya dibatasi 30 orang saja, padahal pada hari sebelumnya saya sudah mendapat antrian/resrvasi online pada tanggal 3 Agustus 2021 dan kuotanya sebanyak 50 orang,” ujar Yudi saat ditemui awak media Kamis (5/08/21) pagi.

Warga Berdesakan saat melakukan pencairan BPUM di BANK BRI Banyuresmi ( Dok : Hari Suhud/kabarnusantara.id )

Selain itu Yudi juga mengkritik sistem pelayanan yang tidak terintegrasi antara sistem online dan pelaksanaan dengan Bank yang ia tuju tersebut.

“Ya dengan sistem menejemen seperti itu, pada kondisi PPKM level 4 di Garut dikhawatirkan dapat menimbulkan kerumunan warga yang mau mengurus BPUM,”pungkasnya.

Sampai berita ini di turunkan belum ada tanggapan resmi dari pihak BRI Kecamatan Banyuresmi.

Reporter : Hari Suhud